![]() |
| Grand Final Duta Pajak |
inijabar.com, Kabupaten Bandung – Di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat, Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah tak biasa: menjadikan milenial sebagai ujung tombak peningkatan pajak daerah lewat ajang Grand Final Duta Pajak 2026.
Program yang digagas Bapenda Kabupaten Bandung ini bukan sekadar kontes seremonial. Para finalis diproyeksikan menjadi “influencer pajak” yang mampu menembus komunitas anak muda hingga pelaku usaha lokal—segmen yang selama ini dinilai belum optimal dalam kepatuhan pajak.
Kepala Bapenda, Erwan Kusuma Hermawan, menegaskan bahwa strategi ini menyasar efek domino di masyarakat.
“Duta Pajak ini harus jadi agen perubahan. Mereka mengedukasi teman sebaya, pengusaha muda, hingga lingkungan terdekat agar sadar pajak,” ujarnya. Rabu (6/5/2026)
Milenial Jadi Target Kunci Pajak Daerah
Langkah ini bukan tanpa alasan. Bapenda melihat generasi muda—khususnya pelajar, mahasiswa, dan entrepreneur lokal—punya pengaruh besar dalam membentuk budaya kepatuhan pajak di masa depan.
Sejauh ini, sosialisasi sudah masuk ke sekolah seperti SMK di Soreang, dan akan diperluas ke kampus-kampus di wilayah Kabupaten Bandung. Harapannya, literasi pajak tidak lagi dianggap rumit atau jauh dari kehidupan sehari-hari.
Model pendekatan ini juga mengandalkan efek “resonansi sosial” di mana para duta membawa pesan pajak ke lingkaran terdekat: keluarga, tetangga, hingga komunitas bisnis kecil.
TKD Turun, PAD Jadi Tumpuan
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, blak-blakan soal kondisi keuangan daerah. Ia menyebut penurunan Transfer ke Daerah (TKD) hingga hampir Rp1 triliun membuat ruang fiskal semakin sempit.
“PAD sangat menentukan pembangunan. Ketika TKD turun, kita harus cari cara baru agar pendapatan tetap naik tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks ini, Duta Pajak dinilai sebagai inovasi strategis—bukan hanya meningkatkan penerimaan, tapi juga memperluas basis wajib pajak secara organik.
Target Rp1,3 Triliun, Tapi Tanpa Tekanan ke Warga
Tahun 2026, target pajak daerah Kabupaten Bandung dipatok sekitar Rp1,3 triliun. Angka ini ambisius, namun pemerintah daerah menegaskan pendekatan yang digunakan bukan dengan menaikkan beban, melainkan menggali potensi yang belum tergarap.
Artinya, fokus bergeser dari “menagih lebih banyak” menjadi “mengajak lebih banyak orang patuh”.
Strategi Baru: Pajak Lewat Pendekatan Sosial
Jika sebelumnya edukasi pajak identik dengan sosialisasi formal, kini pendekatannya berubah lebih cair dan komunikatif. Duta Pajak diharapkan aktif di media sosial, komunitas, hingga event lokal.
Pendekatan ini sejalan dengan pola konsumsi informasi generasi muda yang lebih dekat dengan konten digital, bukan sekadar seminar atau imbauan resmi.
Grand Final Duta Pajak 2026 bukan sekadar ajang pencarian figur inspiratif. Ini adalah eksperimen kebijakan publik berbasis komunitas mengubah wajah pajak dari kewajiban menjadi gerakan sosial.
Jika berhasil, Kabupaten Bandung bisa menjadi model nasional: bahwa meningkatkan pajak tidak selalu soal aturan ketat, tapi juga soal siapa yang menyampaikan pesan dan bagaimana cara menyampaikannya.(kiki)



