![]() |
| Anggota DPRD Depok Hamzah saat menggelar Reses di Tapos Depok |
inijabar.com, Depok – Anggota DPRD Depok Hamzah mengatakan, peran RT dan RW sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus penggerak pembangunan di tingkat lingkungan.
Maka itu, dia mendorong terciptanya budaya kompetitif yang positif antar wilayah melalui penataan lingkungan yang bersih, tertib, serta berkelanjutan.
Hal itu dikatakan Hamzah terkait pelaksanaan program Dana RW Rp300 juta saat menyerap aspirasi warga dalam agenda Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2026, di wilayah kawasan Kecamatan Tapos dan Cilodong, Kota Depok, Kamis (14/5/2026).
Hamzah menambahkan, stimulus anggaran itu harus mampu mengkolaborasikan antara usulan masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah, serta aspirasi anggota dewan.
“Kami ingin tumbuh semangat membangun dari tingkat lingkungan. RW yang mampu menjaga kebersihan, menata wilayah dengan baik, dan aktif dalam pembangunan layak mendapatkan apresiasi dari pemerintah sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada masyarakat,” ujarnya.
Terkait percepatan pembangunan, Hamzah pun menyampaikan bahwa bicara pembangunan tak hanya soal infrastruktur. Tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan seperti kaitannya dengan pelayanan sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Hamzah pun mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kota Depok yang dinilai mulai memberikan dampak positif bagi warga.
Oleh karenanya, dia pun berpesan kegiatan reses semestinya tidak lagi sekadar hanya menjadi agenda rutin yang bersifat formalitas. Namun, harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan dan penataan lingkungan.
Politisi Partai Gerindra itu pun kembali menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat harus juga diikuti dengan komitmen untuk mendorong perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Reses harus memiliki nilai manfaat yang konkret. Ketika kami hadir di tengah masyarakat, maka harus ada perubahan yang lahir dari aspirasi warga, baik pembangunan jalan, penataan lingkungan, maupun kebutuhan dasar lainnya,” tegasnya.
Melalui ruang dialog yang produktif antara masyarakat dan wakil rakyat, Hamzah berharap setiap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan diwujudkan menjadi kebijakan dan pembangunan yang nyata di tengah masyarakat. (Risky)



