Seminggu Jadi Plh Wali Kota, Harris Bobihoe Mulai Tampil Percaya Diri Pimpin Bekasi

Redaktur author photo
Plh Walikota Bekasi Harris Bobihoe

inijabar.com, Kota Bekasi- Perginya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menunaikan ibadah haji mulai menghadirkan dinamika baru di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Dalam sepekan terakhir, sosok Harris Bobihoe perlahan mulai terlihat menikmati perannya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi.

Pada Senin pagi (25/5/2026), Harris tampak memimpin apel pagi bersama aparatur Pemkot Bekasi dengan gestur yang lebih tenang dan percaya diri. Sejumlah agenda pemerintahan seperti menerima tamu, memimpin koordinasi internal, hingga memastikan pelayanan publik berjalan normal dilakukan tanpa terlihat canggung.

Situasi ini memunculkan perhatian publik. Sebab, untuk pertama kalinya Harris Bobihoe benar-benar berada di posisi sentral pemerintahan Kota Bekasi, meski hanya sementara selama Tri Adhianto menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Mulai Keluar dari Bayang-Bayang Tri Adhianto

Selama ini, Harris Bobihoe dikenal lebih banyak berada di belakang layar pemerintahan. Sebagai wakil kepala daerah, ruang geraknya kerap dinilai tidak terlalu dominan karena kepemimpinan Kota Bekasi sangat lekat dengan figur Tri Adhianto.

Namun momentum Plh Wali Kota justru membuka ruang baru bagi Harris untuk menunjukkan gaya kepemimpinannya sendiri.

Dalam beberapa agenda terakhir, Harris terlihat mulai aktif membangun komunikasi dengan ASN, menerima laporan langsung dari OPD, hingga memberi arahan terkait pelayanan publik. 

Bahasa tubuhnya juga menunjukkan perubahan signifikan dibanding awal-awal menjabat. Posisi sebagai Plh memang sering menjadi “ujian mini” bagi seorang wakil kepala daerah. 

Dari situ publik bisa melihat apakah sosok tersebut hanya pelengkap administratif atau benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan.

Tantangan Berat: Bukan Sekadar Pengisi Kursi Sementara

Meski hanya sementara, posisi Plh Wali Kota Bekasi bukan tanpa tantangan. Harris Bobihoe kini menghadapi sejumlah persoalan klasik Kota Bekasi yang selama ini terus menjadi sorotan masyarakat.

Mulai dari kemacetan, persoalan banjir, jalan rusak, pelayanan publik, hingga kondisi fiskal daerah yang masih mendapat perhatian serius.

Selain itu, Harris juga dituntut menjaga stabilitas birokrasi agar tidak muncul “matahari kembar” di internal pemerintahan selama Tri Adhianto berada di luar negeri untuk ibadah haji.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana Harris menjaga ritme pemerintahan tetap berjalan tanpa menciptakan kegaduhan politik maupun kebijakan kontroversial.

Momentum Bangun Citra Kepemimpinan

Bagi Harris Bobihoe, momentum ini bisa menjadi peluang politik yang sangat penting. Sebab publik Kota Bekasi kini mulai melihat langsung bagaimana dirinya bekerja sebagai pemimpin utama pemerintahan.

Jika mampu menjaga stabilitas birokrasi, mempercepat pelayanan publik, dan tampil komunikatif selama masa penugasan, citra Harris berpotensi meningkat signifikan di mata masyarakat maupun internal birokrasi.

Sebaliknya, bila muncul persoalan pelayanan atau koordinasi pemerintahan melemah, sorotan publik juga akan langsung mengarah kepadanya.

Karena itu, masa jabatan sementara ini dinilai bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga panggung pembuktian kapasitas politik dan kepemimpinan Harris Bobihoe.

ASN Mulai Membaca Arah Kepemimpinan Baru

Di internal Pemkot Bekasi sendiri, sejumlah ASN mulai membaca karakter kepemimpinan Harris yang dinilai lebih komunikatif dan cair. Meski belum banyak mengambil keputusan strategis besar, pendekatan personal Harris mulai terlihat dalam berbagai agenda pemerintahan.

Situasi ini menarik karena birokrasi Kota Bekasi selama ini dikenal sangat dinamis dan memiliki tensi politik internal yang cukup tinggi.

Apalagi, menjelang tahun-tahun politik berikutnya, setiap gerak pimpinan daerah akan selalu dibaca sebagai sinyal arah kekuatan politik di Kota Bekasi.

Kini, publik menunggu apakah Harris Bobihoe mampu memanfaatkan momentum singkat ini untuk meninggalkan kesan positif sebagai pemimpin sementara Kota Bekasi, atau justru hanya menjadi pengisi kekosongan selama Tri Adhianto menjalankan ibadah haji.

Opini ditulis: Tim Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini