Soal Pengantin Ditipu WO, Islamic Center Bekasi Bilang Awalnya Belum Bayar Sewa Gedung

Redaktur author photo
Islamic Center Kota Bekasi

inijabar.com, Kota Bekasi - Pihak manajemen Islamic Centre Bekasi, mengeluarkan kebijakan diskresi khusus atas dasar kemanusiaan dengan menggratiskan sewa Aula KH Noer Alie, untuk pasangan pengantin berinisial F dan R.

Langkah tersebut diambil demi menyelamatkan momen sakral kedua mempelai, yang menjadi korban dugaan penipuan oleh pihak Wedding Organizer (WO) Marwah Catering Service, Sabtu (23/5/2026) lalu.

Secara aturan formil, manajemen menerapkan prosedur ketat di mana setiap penyewa wajib melunasi seluruh biaya operasional penggunaan gedung sebelum hari pelaksanaan acara.

Namun, melihat kondisi psikologis kedua pihak keluarga yang terguncang akibat ditipu vendor, manajemen memilih melonggarkan aturan tersebut.

Perwakilan manajemen Islamic Centre Bekasi, Amin Idris, menegaskan bahwa kebijakan ini murni diambil karena pihak keluarga pengantin merupakan korban kejahatan, dari pengelola WO yang membawa kabur seluruh dana pernikahan.

“Aturannya memang pembayaran harus lunas total sebelum acara dilaksanakan. Tapi karena kami tahu dan menyaksikan sendiri bahwa keluarga ini adalah korban murni dari kelalaian serta kejahatan pihak WO, akhirnya kami putuskan untuk tetap memfasilitasi mereka melaksanakan prosesi akad nikah di sini,” ujar Amin saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Amin membeberkan, pihak manajemen sebenarnya sudah mengendus gelagat tidak beres dari Marwah Catering Service, sejak sepekan sebelum acara digelar. Tim gedung telah berulang kali melayangkan tagihan komitmen pelunasan sewa aula, namun tidak mendapatkan respons.

“Sejak Jumat, 15 Mei 2026, kami sudah berusaha menghubungi pihak Marwah untuk menagih pembayaran sewa gedung. Namun, sejak tanggal tersebut kontak mereka sudah tidak bisa terhubung lagi. Pengelolanya menghilang misterius sampai sekarang,” kata Amin menjelaskan.

Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan dari pihak pengantin di video, pasangan F dan R sejatinya telah membayar lunas 100 persen biaya paket pesta kepada Marwah Catering Service jauh-jauh hari.

Tragisnya, aliran dana yang diserahkan korban menguap dan tidak disetorkan sama sekali oleh oknum WO, ke kas Islamic Centre maupun vendor pendukung lainnya.

Akibatnya, pada hari H pernikahan, fasilitas resepsi yang dijanjikan mulai dari dekorasi, katering, hingga tata rias sama sekali tidak muncul di lokasi. Pesta pernikahan pun terpaksa berlangsung secara serba darurat dan sangat sederhana.

“Kasihan sekali kedua mempelai, kewajiban finansial mereka sudah tuntas ke WO. Namun ternyata, uang tersebut tidak diteruskan ke pihak kami maupun ke vendor dekorasi dan makanan. Akibatnya, di hari pelaksanaan banyak kebutuhan dasar acara yang kosong melompong,” tutur Amin.

Hingga saat ini, keberadaan pemilik Marwah Catering Service masih misterius dan dalam pencarian. Pihak keluarga korban dilaporkan tengah mengumpulkan sejumlah bukti transfer, serta berkas kontrak perjanjian untuk segera melaporkan kasus penggelapan dana nikah ini ke Polres Metro Bekasi Kota. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini