1.015 SMA/SMK Swasta di Jabar Kerjasama dengan Pemprov Tampung Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri

Redaktur author photo
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersalaman dengan para kepala sekolah swasta di Jabar usai menandatangani kerjasama dengan Pemprov Jabar untuk menampung siswa yang tidak lolos PCMB

inijabar.com, Subang – Sebanyak 1.015 SMA/SMK swasta di Jawa Barat resmi menyatakan kesiapan menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menampung siswa yang belum tertampung di sekolah negeri pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pihak sekolah swasta dengan Pemprov Jabar, sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMP sederajat yang tidak lolos seleksi masuk SMA/SMK negeri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, Pemprov Jabar tidak ingin ada anak yang kehilangan hak pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta,” ujar Dedi Mulyadi. Senin (22/6/2026)

Tak hanya membuka akses melalui sekolah swasta, Pemprov Jabar juga menyiapkan program beasiswa bagi hingga 80 ribu siswa yang terdata dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

Menurut Dedi, program tersebut disiapkan agar siswa dari keluarga tidak mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan meski tidak diterima di sekolah negeri.

“Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemprov Jabar menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta,” katanya.

Beasiswa untuk Siswa Tak Tertampung Negeri

Skema kemitraan dengan sekolah swasta itu menjadi salah satu solusi yang disiapkan Pemprov Jabar untuk menjawab persoalan klasik setiap musim penerimaan murid baru, yakni keterbatasan kursi di sekolah negeri.

Melalui kerja sama tersebut, siswa yang belum tertampung di sekolah negeri akan diarahkan ke sekolah swasta mitra yang telah menandatangani kerja sama dengan pemerintah provinsi.

Dalam program ini, Pemprov Jabar menyiapkan beasiswa untuk hingga 80 ribu siswa, dengan sasaran utama calon murid dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan di tingkat SMA/SMK.

Kebijakan ini diharapkan menjadi jalan keluar atas keresahan orang tua yang khawatir anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah setelah gagal masuk sekolah negeri.

Sekolah Swasta Dilibatkan, Akses Pendidikan Diperluas

Dengan bergabungnya 1.015 SMA/SMK swasta sebagai mitra Pemprov Jabar, kapasitas penyerapan siswa di luar sekolah negeri dipastikan bertambah signifikan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa sekolah swasta tidak lagi hanya menjadi pilihan terakhir, melainkan bagian dari solusi untuk memastikan seluruh anak usia sekolah di Jawa Barat tetap mendapatkan hak pendidikan.

Pemprov Jabar menilai kolaborasi dengan sekolah swasta menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan daya tampung sekolah negeri yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah daerah.

KDM Tekankan Jangan Sampai Ada Anak Putus Sekolah

Bagi Dedi Mulyadi, persoalan utama dalam penerimaan murid baru bukan semata soal diterima atau tidak di sekolah negeri, melainkan bagaimana negara tetap hadir agar anak-anak di Jawa Barat tidak putus sekolah.

Karena itu, selain menggandeng sekolah swasta, Pemprov Jabar juga menyiapkan intervensi pembiayaan bagi siswa yang terkendala ekonomi.

Program ini diharapkan menjadi jaring pengaman pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga miskin yang selama ini kesulitan mengakses sekolah swasta akibat biaya.

Dengan skema tersebut, Pemprov Jabar ingin memastikan tidak ada anak yang terhenti pendidikannya hanya karena gagal masuk sekolah negeri atau karena orang tuanya tidak mampu membayar biaya sekolah swasta.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini