![]() |
| Momen saat FKLPID Jabar berkolaborasi dengan Bapanas |
inijabar.com, Kota Bekasi - Tingginya angka pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat yang tercatat mencapai 6,74 persen, memicu langkah strategis dari Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat.
Guna menekan angka tersebut, penguatan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan, penguatan program magang (apprenticeship), serta inkubasi wirausaha muda kini menjadi fokus utama intervensi di tahun 2026.
Isu krusial ini mendesak untuk segera diselesaikan, mengingat angkatan kerja di Jawa Barat sangat melimpah, yakni berada di kisaran kurang lebih 26,8 juta orang berdasarkan data ketenagakerjaan yang dihimpun per Mei 2025.
Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja saat ini menghadapi tantangan besar, karena laju pertumbuhan lapangan kerja baru belum secepat pertumbuhan jumlah angkatan kerja yang ada.
"Oleh karena itu, pada fase penguatan ekosistem dan keberlanjutan di tahun 2026 ini, kami fokus pada inkubasi wirausaha muda, program magang industri berkelanjutan, hingga pelatihan teknologi digital seperti coding dan data analytics," ujar Benny saat ditemui di kantornya, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan infografis Roadmap Respon & Program FKLPID Jawa Barat, terdapat pergeseran tren program dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2024 berfokus pada fase konsolidasi dan pemetaan masalah, maka tahun 2025 bergeser ke fase implementasi melalui program link and match, sertifikasi kompetensi BNSP, hingga digital job matching.
Memasuki tahun 2026, FKLPID Jawa Barat mendorong transformasi ke arah ekonomi hijau (green economy) dan sirkular, sebagai sumber penciptaan lapangan kerja baru.
Langkah itu juga didukung oleh penguatan 5 pilar utama, yang meliputi:
1. Link & match industri (sinkronisasi kurikulum SMK/BLK dengan industri dan APINDO).
2. Pelatihan berbasis industri (otomotif, welding, CNC, elektronika, konveksi, hingga robotik).
3. Penempatan kerja langsung lewat MoU dan job matching.
4. Pemberdayaan UMKM & wirausaha baru.
5. Kolaborasi erat antara Kemenaker dengan dunia industri.
Benny menambahkan, salah satu contoh nyata program praktik industri yang langsung menyentuh masyarakat, adalah penyediaan layanan servis gratis untuk pengemudi ojek online (ojol) sekaligus sebagai sarana praktik otomotif para peserta pelatihan.
"Melalui kolaborasi multipihak ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat berhasil mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dari posisi 6,91 persen pada Februari 2024 menjadi 6,74 persen pada Februari 2025," papar Benny optimistis.
Kendati tren pengangguran mulai menunjukkan penurunan, Benny tidak menampik bahwa tantangan digitalisasi dan otomatisasi ke depan, berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja yang berkeahlian rendah, dan kesenjangan kualitas pelatihan antar-daerah serta keterbatasan modal bagi UMKM masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Melalui komitmen 'Bersinergi, Berkarya, Berkelanjutan', FKLPID Jawa Barat berharap seluruh elemen pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, dapat terus berjalan selaras demi menciptakan tenaga kerja lokal Jabar yang unggul, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global. (Pandu)



