Dirut PT. BMN Luruskan Isu Alih Fungsi Tanah Tanaman Nanas Jalan Cagak

Redaktur author photo
Foto : Indra Irawan Direktur Utama PT BMN (Berkah Monara Nusantara)

inijabar.com, Subang - Isu alih Fungsi Tanah tanaman Nanas yang kini di jadikan pembibitan tanaman tebu di jalan cagak Subang menjadi sorotan. Banyak yang menilai bahwa jika lahan untuk di tanami Nanas akan habis menjadi lahan tanaman tebu sehingga asusmsi ciri khas atau simbol daerah subang khususnya Jalan Cagak akan musnah. 

Direktur Utama PT BMN (Berkah Monara Nusantara) Indra Irawan membenarkan bahwa saat ini lahan Kebun tersebut sudah berjalan untuk pembibitan tebu.

"Kami dari PT. BMN (Berkah Monara Nusantara) Subang ditunjuk oleh pihak Kementerian Pertanian selaku penyedia lahan untuk mendukung program Pemerintah Pusat menjaga swasembada pangan menyediakan lahan untuk pembibitan  tanaman jenis tebu,"ujarnya saat ditemui di kantornya. Minggu (7/6/2026)

Indra menyatakan, lahan KSO PT BMN seluas 448 hektar dengan rincian 113 hektar ditanami tanaman teh dan sisa nya 345 Hektar di tanami Nanas,  dari 345 Hektar luas tanah tanaman Nanas ini untuk program pembenihan tebu ini  hanya mempergunakan sekitar 100 Hektar.

"Jadi jelas  bahwa isu yang beredar di luaran bahwa Icon Nanas yang merupakan ciri khas daerah jalan Cagak Subang tidak akan musnah,"katanya.

Program dari kementerian ini, kata Indra, tentunya hanya membudidayakan benih tebu nya saja yang nantinya akan disebar luasakan kepada masyarakat dalam bentuk CPCL.

Indra menyakinkan, tentunya nanti akan melibatkan masyarakat sekitar desa dan dinas sebagai pendataan untuk penyaluran binih tersebut. 

"jadi Icon Nanas Jalan Cagak tetap terjaga tidak akan musnah,"ucapnya.

Indra menegaskan, ini murni merupakan program Pemerintah  Pusat melalui Kementrian Pertanian, untuk pembudidayaan benih tebu dalam rangka mendukung swasembada pangan yang di gagas langsung Presiden Repulik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementrian Pertanian.(SriMS)

Share:
Komentar

Berita Terkini