Harga Pertamax Melonjak ke Rp16.250, Warga Bekasi: Pusing Tujuh Keliling

Redaktur author photo
Pertamina 34.17137 pangeran Jayakarta.

inijabar.com, Kota Bekasi - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang menembus angka Rp16.250 per liter, kini memicu keresahan di kalangan masyarakat Kota Bekasi.

Kenaikan harga yang cukup tajam dari sebelumnya Rp12.300 per liter itu, dianggap sangat membebani pengeluaran harian, terutama bagi warga yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas tinggi setiap harinya.

Kenaikan harga yang diberlakukan oleh Pertamina Patra Niaga sejak Rabu (10/6/2026) tersebut, sontak mengubah pola belanja BBM para pengendara di wilayah penyangga ibu kota.

Renaldi (27), salah satu pengendara sepeda motor di kawasan Bekasi Barat, mengaku harus memutar otak demi menyesuaikan anggaran transportasi hariannya. Ia merasakan betul perbedaan signifikan, pada durasi penggunaan BBM setelah penyesuaian harga ini.

"Kalau sebelumnya isi Rp 40 ribu masih cukup untuk beberapa hari, sekarang terasa lebih cepat habis. Mau tidak mau pengeluaran bulanan untuk transportasi bertambah," ujar Renaldi saat ditemui di SPBU Pangeran Jayakarta, Harapan Mulya, Medan Satria.

Dampak serupa dirasakan oleh Obby (28), pekerja yang setiap hari menempuh rute Bekasi-Jakarta. Bagi Obby, lonjakan harga Pertamax kali ini membuat beban hidupnya kian menumpuk.

"Jarak tempuh cukup jauh setiap hari, tentu ada pengaruhnya. Pusing pokoknya lah. Soalnya harga kenaikannya tinggi banget," keluh Obby dengan nada kecewa.

Fenomena tersebut kembali memicu diskursus di ruang publik, terkait daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Banyak pengendara yang berharap pemerintah pusat bersama Pertamina Patra Niaga, tidak hanya berorientasi pada penyesuaian harga, tetapi juga lebih mempertimbangkan kondisi ekonomi akar rumput.

Sebagai wilayah dengan mobilitas tinggi, perubahan harga BBM di Kota Bekasi memang menjadi indikator yang paling cepat dirasakan oleh masyarakat.

Harapan besar kini disematkan kepada pihak terkait, agar dapat menjaga stabilitas harga ke depan, guna memastikan beban masyarakat tidak semakin berat di tengah gejolak persoalan ekonomi saat ini. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini