Sedekah Bumi Keramat Ganceng di Pondok Rangon, Jaga Tradisi Leluhur

Redaktur author photo
Prosesi Sedekah Bumi Keramat Ganceng

inijabar.com, Depok -  Tradisi budaya tahunan Sedekah Bumi Keramat Ganceng yang digelar di tiga titik lokasi salah satunya di pertigaan jalan perbatasan Kampung Pondok Rangon, Jakarta Timur dan Harjamukti, Kota Depok berlangsung meriah, pada Jumat (5/6/2026).

Pemangku Adat Keramat Ampel, Saumin Awijaya menyebut tradisi Sedekah Bumi Keramat Genceng tahun ini berlangsung lebih meriah dan tertib, melihat begitu tingginya antusiasme masyarakat. Kata dia, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari tiga malam dengan berbagai macam acara hiburan kesenian dan kebudayaan.

“Untuk tahun ini masyarakat begitu antusias sekali ya. Khususnya warga kampung pondok rangon, umumnya di keramat ampel seperti sekarang ini, mereka lebih antusias dan lebih bergotong-royong dan lebih hikmat,” kata Saumin kepada awak media.


Lebih lanjut Saumin menjelaskan dalam tradisi sedekah bumi ini secara turun-menurun warga khususnya yang tinggal di Kampung Pondok Rangon berbondong-bondong membawa hidangan sekaligus kepala kambing kemudian dibawa ke kampung Keramat Ampel, yang nantinya akan dilanjutkan dengan prosesi mengubur kepala kambing dan menyantap hidangan bersama.

“Dari awal tiga hari, tiga malam, dan kebetulan tadi di pertigaan jalan di Hajamuki itu ada yang diserahkan yang menyerahkan dari Pak Sekda Jakarta Timur dan yang menerimanya dari Wakil Walikota Depok,” jelasnya.

Dalam momentum Sedekah Bumi Keramat Ganceng ini, Saumin juga berpesan mengajak masyarakat untuk memaknainya sebagai wujud syukur dan untuk bisa lebih mendekati kepada Tuhan. Bahwa, selama ini telah diberikan kesehatan, keinginan serta keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita harus bersyukur, maka kita mengadakan sedekah bumi ini setiap tahun. Selain itu supaya kita juga tetap selalu bergotong royong, bekerja sama dan bahu-membahu membantu, menjaga persatuan dan kesatuan antar masyarakat,” tuturnya.

Dia menjelaskan selain tradisi Sedekah Bumi, warga Kampung Pondok Rangon juga menggelar tradisi lainnya yang di mana dilakukan rutin setiap tahun di momentun waktu-waktu tertentu. Seperti menyambut bulan suci ramadan yaitu babaritan, kemudian saat bulan lebaran haji yaitu sedekah bumi dan bulan maulid.

“Setelah itu di bulan maulid kita juga akan mengadakan lagi tradisi di sini ada namanya maulid. Jadi setiap tahun itu kita ada tiga agenda, makanya kita bersyukur bahwa para sesepuh dan orang tua kita telah mewakafkan tanah keramat ampel ini untuk kita bisa saling bersilaturahmi antar warga khususnya warga kampung pondok rangon ini,” tandasnya

Melalui tradisi Sedekah Bumi yang dilakukan turun-menurun oleh warga Kampung Pondok Rangon ini. Dirinya berharap selain menjaga kelestarian budaya, dapat memperkuat silaturahmi antar warga sekaligus bisa lebih mensyukuri hidup apa yang telah diberikan semesta alam, dan untuk bisa saling mengasihi antar sesama manusia.

“Kita harus tetap menjaga kelestarian budaya yang kita punya. Karena yang namanya agama itu harus mengakar kepada budaya dan budaya juga harus mengakar kepada agama,” pungkasnya. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini