![]() |
| Para calon siswa saat antri untuk pendaftaran SPMB di SMKN 2 Cibinong |
inijabar.com, Kabupaten Bogor – Fenomena calon peserta didik dan orang tua yang rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan nomor verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 di SMKN 2 Cibinong akhirnya mendapat penjelasan dari pihak sekolah.
Di tengah keluhan panjangnya antrean yang viral di media sosial, pihak sekolah mengakui tingginya jumlah pendaftar membuat proses verifikasi berjalan lebih lambat dibandingkan perkiraan.
Humas SMKN 2 Cibinong, Regita Meidiana, mengatakan kepadatan yang terjadi bukan karena sistem pendaftaran offline, melainkan akibat proses verifikasi dokumen yang mengharuskan calon peserta didik hadir langsung ke sekolah.
"Kemungkinan yang kemarin itu ada kesalahpahaman. Karena mereka sudah antre lama, sementara di dalam kami juga hanya bisa memfasilitasi sekitar 150 pendaftar per hari untuk proses verifikasi," ujar Regita, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, proses pendaftaran tetap dilakukan secara online melalui sistem SPMB. Namun peserta diwajibkan membawa dokumen asli ke sekolah untuk dicocokkan dengan berkas yang telah diunggah ke sistem.
Untuk mengatur arus pendaftar, panitia menyediakan nomor antrean resmi guna menghindari kerumunan dan perebutan giliran.
"Nomor antrean itu resmi dari panitia. Setelah mendapatkan nomor, peserta masuk ke meja registrasi, dilakukan pengecekan fisik seperti tinggi dan berat badan untuk jurusan tertentu, lalu berkas diverifikasi oleh tim," katanya.
Mengapa Harus Verifikasi Langsung?
Regita menjelaskan, verifikasi tatap muka dilakukan untuk menghindari kesalahan dokumen yang cukup sering ditemukan selama proses pendaftaran.
Panitia menemukan sejumlah peserta mengunggah dokumen yang tidak sesuai dengan persyaratan sistem, sehingga berpotensi menggugurkan proses pendaftaran jika tidak segera diperbaiki.
"Ada yang diminta akta kelahiran, tetapi yang diunggah justru KTP orang tua. Kalau seperti itu harus dikembalikan. Dengan datang ke sekolah, peserta bisa langsung diberikan penjelasan dan memperbaiki berkas di hari yang sama," ujarnya.
Selain persoalan dokumen, verifikasi juga kerap terkendala kesalahan titik koordinat alamat domisili serta masalah akses akun pendaftaran yang memerlukan penanganan langsung oleh panitia.
Akibatnya, waktu pelayanan setiap peserta menjadi lebih panjang, terutama bagi pendaftar yang harus melakukan perbaikan data di lokasi.
Antrean Panjang Jadi Sorotan
Meski pihak sekolah menyebut antrean merupakan dampak tingginya minat masyarakat terhadap SMKN 2 Cibinong, fakta bahwa orang tua dan calon siswa harus datang sejak dini hari untuk mengamankan nomor antrean memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas pelayanan dan kesiapan teknis pelaksanaan SPMB.
Dengan kemampuan melayani sekitar 150 peserta per hari, sementara jumlah pendaftar terus membludak, antrean panjang diperkirakan masih berpotensi terjadi selama masa verifikasi berlangsung.
Kondisi ini menjadi perhatian publik karena proses SPMB sejatinya telah berbasis digital, namun pada praktiknya peserta tetap harus hadir secara fisik untuk menyelesaikan tahapan penting sebelum dinyatakan memenuhi syarat pendaftaran.(*)




