inijabar.com, Depok – Ketika kritik sosial tidak selalu harus disampaikan melalui forum resmi atau orasi demonstrasi di tengah kondisi bangsa saat ini. Melalui kreativitas, para komika menyampaikan ekspresinya dengan canda tawa komedi yang dikemas menjadi hiburan tanpa kehilangan makna.
Tampak ada yang sedikit menyinggung isu terkini melalui sindiran satir, mulai dari kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tingkah laku elite penguasa seperti perjalanan dinas luar negeri, kurban sapi, hingga kasus dugaan ijazah palsu Jokowi dan lainnya. Meski hujan sempat turun, namun antusiasme peserta komika maupun penonton tetap tinggi berhasil mengundang gelak tawa hingga rangkaian acara berakhir.
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Begitu lah kira-kira kata pertama yang terlontar dari salah satu peserta Komika.
Semangat itulah yang dihadirkan DPC PDI Perjuangan Kota Depok melalui acara Stand Up Garis Merah, Lomba Stand Up Comedy ‘Komedi Berani, Suara Perubahan’ yang digelar di kawasan Jalan Juanda, Kota Depok, Minggu (21/6/2026) malam. Ajang yang mempertemukan komika Depok dan berbagai wilayah Jabodetabek tersebut juga sekaligus semenjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno.
Turut hadir pada kesempatan itu Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Komisi X, Denny Cagur. Kehadirannya menambah semarak suasana sekaligus mempertegas bahwa kreativitas, hiburan, dan penyampaian aspirasi publik dapat berjalan beriringan dalam iklim demokrasi yang sehat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Yuni Indriany mengatakan acara Stand Up Garis Merah sengaja digelar, sebagai ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pandangan, maupun keresahan sosial melalui medium yang dikemas dengan kreatifitas.
Menurut Yuni, stand up comedy menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan dan aspirasi. Karena mampu menghadirkan sindiran maupun masukan dengan cara yang ringan dan mudah diterima berbagai kalangan.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno. Kami ingin memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan unek-unek, aspirasi, maupun kritik melalui komedi. Kritik yang disampaikan dengan cara seperti ini justru bisa menjadi masukan yang baik untuk membangun Kota Depok atau Indonesia ke arah yang lebih baik,” kata Yuni usai mengikuti acara, Minggu (21/6/2026).
Dia pun menegaskan bahwa masukan maupun aspirasi dari warga merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Sehingga setiap pemimpin harus siap mendengarkan berbagai pandangan yang berkembang.
“Pemerintah tidak boleh ‘Baper’ terhadap kritik. Justru kritik yang disampaikan secara santun dan kreatif dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan kebijakan yang ada,” tandasnya.
Lebih lanjut, wanita yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD itu menilai gelaran acara tersebut bukan sekadar hiburan. Melainkan juga sarana membangun kedekatan antara warga dan para pemangku kepentingan. Gelak tawa yang mewarnai jalannya perlombaan menunjukkan bahwa pesan sosial dapat disampaikan tanpa menciptakan ruang sekat.
Selain itu, Yuni juga menyoroti pentingnya penyediaan ruang aktualisasi bagi anak-anak muda yang memiliki kreativitas serta keberanian menyampaikan pandangannya terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Anak-anak muda memiliki banyak potensi. Mereka perlu diberikan ruang untuk berekspresi, berkarya, dan menyampaikan gagasan dengan cara-cara yang positif,” tuturnya.
Pada momentum Bulan Bung Karno, Yuni juga turut mengingatkan pentingnya menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi penerus bangsa.
“Jangan pernah melupakan sejarah (JAS-RED). Bulan Juni merupakan Bulan Bung Karno, bulan lahirnya Bung Karno, bulan wafatnya Bung Karno, sekaligus bulan lahirnya Pancasila. Nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan harus terus diwariskan kepada generasi muda dan mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Anggayuda Prabu Mesta menjelaskan ‘Stand Up Garis Merah’ menjadi salah satu bentuk pemberdayaan anak muda melalui aktivitas kreatif dan produktif.
Baginya, kolaborasi dengan komunitas Stand Up Indo menjadi faktor penting yang mendukung suksesnya penyelenggaraan perlombaan tersebut.
“Kami ingin memfasilitasi teman-teman muda agar memiliki ruang untuk berkegiatan dan berekspresi. Alhamdulillah, kolaborasi dengan komunitas Stand Up Indo berjalan sangat baik sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan sukses,” ujarnya.
Tingginya antusiasme pendaftar dari para peserta komika menunjukkan bahwa ruang ekspresi semacam ini masih sangat dibutuhkan. Angga menyebut dari sekitar 30 orang komika yang tampil, masih terdapat puluhan calon peserta lain yang masuk daftar tunggu maupun belum lolos proses kurasi.
“Animonya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa banyak anak muda membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan pandangannya terhadap berbagai persoalan di masyarakat,” kata dia.
Angga menilai bahwa adanya kesamaan antara dunia politik dan komedi, yakni sama-sama dituntut terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi.
“Politik dan komedi sama-sama tidak boleh baper. Kritik yang disampaikan melalui komedi harus dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Dari kritik itulah lahir masukan dan perbaikan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Angga juga mengaitkan semangat tersebut dengan keteladanan Bung Karno dalam menyampaikan gagasan perjuangannya kepada rakyat.
“Kalau dahulu Bung Karno menyampaikan aspirasi melalui pidato dan orasi, hari ini banyak anak muda menyampaikannya melalui komedi. Medianya berbeda, tetapi semangatnya sama, yaitu menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa,” bebernya.
Melalui Stand Up Garis Merah, pihaknya berharap tidak hanya menghadirkan hiburan dalam peringatan Bulan Bung Karno, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih cair antara publik dan para pemangku kebijakan.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gagasan yang disampaikan secara cerdas, santun, dan kreatif dapat menjadi energi positif. Untuk memperkuat demokrasi, menumbuhkan partisipasi publik, serta mendorong lahirnya perubahan yang lebih baik bagi Kota Depok dan Indonesia,” pungkasnya. (Risky)



