Angka LGBT di Bekasi Tembus 6 Ribu, DPRD Ajak Warga Cegah Perilaku Menyimpang

Redaktur author photo
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, saat menggelar reses di Jatimekar.

inijabar.com, Kota Bekasi - Kota Bekasi tengah menghadapi tantangan serius, terkait prevalensi perilaku menyimpang di tengah masyarakat. Berdasarkan data dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, jumlah individu dengan perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah tersebut kini menyentuh angka 6.000 orang.

Tingginya angka tersebut memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif, yang menilai perlunya langkah pencegahan dini melalui penguatan edukasi di tingkat akar rumput.

Merespons data tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi, mengambil langkah preventif dengan mengampanyekan gerakan anti-LGBT.

Kampanye tersebut disampaikan Ahmadi saat menggelar agenda jaring aspirasi (reses) bersama warga di RT 002 RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).

"Perilaku menyimpang seperti LGBT jangan sampai berkembang pesat di masyarakat. Dari sisi agama, praktik ini jelas dilarang karena bertentangan dengan norma-norma yang berlaku," ujar Ahmadi di sela-sela kegiatan reses.

Meskipun memiliki latar belakang pendidikan pesantren, Ahmadi menegaskan bahwa posisi politiknya tetap menghargai prinsip toleransi. Namun, ia membedakan secara tegas antara menghormati individu dan menormalisasi perilaku seksual yang dianggap menyimpang.

"Kalau bicara soal toleransi, saya pribadi dari PKB sangat menghargai hal tersebut. Akan tetapi, saya tidak membenarkan adanya praktik penyimpangan seksual," tegasnya.

Ia berharap isu ini menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun elemen masyarakat. Menurutnya, peran orang tua dan lingkungan keluarga menjadi benteng pertama, untuk meminimalisasi penyebaran pengaruh perilaku LGBT.

"Kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi, mari bersama-sama menekan penyebaran LGBT di lingkungan sekitar. Jangan sampai ada keluarga ataupun keturunan kita yang terjerumus dalam perilaku menyimpang tersebut," pungkas Ahmadi. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini