![]() |
| Anggota DPRD Kota Bekasi Rizky Topananda |
Persoalan ini disuarakan oleh Anggota DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, usai menggelar reses di Harapan Jaya, Bekasi Utara, Jumat (10/7/2026).
Rizki mengungkapkan, keterbatasan armada kendaraan pengangkut, menjadi pemicu utama lambatnya penanganan, yang berimbas pada semakin menumpuknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Bekasi Utara ini darurat TPS, kita masih sangat kekurangan dan penanganannya tergolong lambat. Alasan klasiknya selalu soal keterbatasan kendaraan, jadi pemerintah daerah harus lebih memperhatikan hal itu karena TPA kita juga semakin menumpuk," ungkap Rizki.
Dampak dari minimnya fasilitas ini mulai memicu konflik sosial dan pencemaran di pemukiman padat penduduk, salah satunya di Kelurahan Harapan Jaya. Warga sekitar mulai mengeluhkan operasional usaha yang tidak tertata.
"Di lingkungan Harapan Jaya, sampai ada warga yang membuka usaha loakan, namun aktivitasnya justru mengganggu warga sekitar. Imbasnya kena ke masalah kenyamanan hingga keamanan, serta ada potensi pencemaran lingkungan," cetus Rizki.
Pemerintah Kota Bekasi didesak, untuk segera menambah armada pengangkut dan mengevaluasi tata kelola sampah di tingkat kecamatan, guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
"Pemerintah harus hadir dan memberikan solusi konkret. Jangan sampai masalah armada ini terus jadi pembenaran atas buruknya tata kelola sampah di lingkungan masyarakat," pungkasnya. (Pandu)



