Bojongloa Kaler Masuk 10 Besar Pemain Judol Nasional, Wawalkot Bandung Bilang Begini

Redaktur author photo
Ilustrasi

inijabar.com, Kota Bandung – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, angkat bicara terkait temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menempatkan Kecamatan Bojongloa Kaler sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Kota Bandung, sekaligus berada di peringkat ke-10 secara nasional.

Menurut Erwin, persoalan judi online bukan hanya masalah pelanggaran hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan krisis moral dan akhlak masyarakat. Karena itu, ia menilai penguatan pendidikan agama harus menjadi langkah utama untuk mencegah semakin meluasnya praktik judi online.

"Kalau bicara judol, itu bicaranya akhlak. Saya berharap pendidikan agama harus semakin diperkuat agar masyarakat memahami dampak dari judi online," ujar Erwin di Balai Kota Bandung, Jumat (17/7/2026).

Judi Online Bisa Menghancurkan Kehidupan

Erwin mengatakan, kecanduan judi online mampu menghancurkan kehidupan seseorang. Menurutnya, banyak pelaku yang rela menjual seluruh harta bendanya demi terus bermain.

"Mau judol apa pun, orang yang sudah kecanduan bisa habis semuanya. Apa pun bisa dia jual," tegasnya.

Ia pun mengusulkan agar masyarakat yang telah mengalami kecanduan judi online mendapatkan rehabilitasi agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Pemkot Bandung Perkuat Pembinaan Keagamaan

Selain rehabilitasi, Erwin meminta Pemerintah Kota Bandung memperkuat program pembinaan keagamaan hingga tingkat kelurahan. Salah satu upaya yang diusulkan adalah mengaktifkan kembali pelatihan dai di setiap kelurahan.

Menurutnya, program tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya judi online dari sisi agama, sosial, hingga dampaknya terhadap keluarga.

"Fondasinya adalah agama. Program-program seperti pelatihan dai di setiap kelurahan perlu kembali ditegaskan agar masyarakat memahami efek dari judi online," katanya.

Dampak Judol Tak Hanya Soal Uang

Erwin menegaskan, dampak judi online tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam keutuhan rumah tangga, kesehatan mental, hingga masa depan generasi muda.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, pendidik hingga keluarga, dapat bersinergi untuk menekan angka perjudian online yang kini menjadi perhatian serius secara nasional.(novi)

Share:
Komentar

Berita Terkini