![]() |
| Dua atlet silat beradu ketangkasan jurus saat mengikuti pertandingan ajang Kejuaraan Nasional ASCOPS Pencak Silat Championship 2026, di GOR Kota Depok, Sabtu (11/7/2026). inijabar/Risky Andrianto |
inijabar.com, Depok – Guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit muda atlet pencak silat. PT Go Silat Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma resmi membuka ajang Kejuaraan Nasional ASCOPS Pencak Silat Championship 2026, di Gelanggang Olahraga (GOR) Kota Depok, Sabtu (11/7/2026).
Ajang kompetisi bergengsi pencak silat yang diikuti sebanyak 613 atlet dari 107 Kontingen yang tersebar di 10 Provinsi, Indonesia tersebut berlangsung 11–12 Juli 2026. Dengan memperebutkan juara masing-masing kategori mulai dari pra-usia dini satu, usia dini dua, pra remaja, remaja dan kategori dewasa.
Direktur sekaligus Founder Go Silat Indonesia, Dedi Setiawan menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan pencak silat ini bukan hanya sekadar acara seremonial. Tetapi menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar pesilat seluruh Indonesia sekaligus melahirkan generasi atlet agar dapat meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional.
“Paling utamanya di ajang ini adalah, kita mau dari kejuaraan silat ini bisa menjalin dan mempererat silaturahmi antar pesilat di seluruh kontingen atau perguruan di Indonesia. Sekaligus, kita juga ingin melahirkan generasi bibit muda atlet silat agar nantinya mereka berani tampil dan berprestasi,” ujar Dedi Setiawan kepada awak media disela acara, Sabtu (11/7/2026).
Adapun peserta yang mengikuti kompetisi ini, kata dia merupakan pendekar silat terbaik dari masing-masing perwakilan provinsi yang diantaranya dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah dan Bali.
“Seluruh peserta yang terdaftar sudah mencapai 613 atlet silat ya, masing-masing dari 10 Provinsi mengirimkan atletnya untuk bertanding kesini. Macam-macam jumlah atletnya setiap daerah, sesuai dengan kategori kelompok usia yang disiapkan panitia,” kata Dedi.
Lebih lanjut pria yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengcab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Depok itu pun menjelaskan panitia dalam turnamen ini mempertandingkan lima kategori yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.
“Untuk kategori pra-usia dini satu, sebanyak 144 atlet, kategori usia dini dua ada 82 atlet, kategori pra remaja sebanyak 180 atlet, kategori remaja 128 atlet dan untuk kategori dewasa sebanyak 79 atlet. Itu semuanya akan kita pertandingkan sampai selesai selama dua hari ini,” jelasnya.
Melalui pembagian kategori yang komprehensif ini. ASCOPS Pencak Silat Championship 2026 berharap tidak hanya sekadar menjadi panggung penampilan kemampuan saja bagi para pesilat dewasa. Tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memetakan dan mengasah bakat terutama yang dimulai sejak usia dini, untuk melangkah ke tingkat nasional.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto memberikan dorongan semangat bagi para atlet untuk mengikuti kompetisi ASCOPS 2026 ini sebagai ajang pemanasan yang krusial.
"Manfaatkan momentum ini sebagai persiapan terbaik khususnya bagi atlet asal Depok. Kita akan menghadapi event besar Porprov Jabar di bulan November 2026 nanti, serta Popda untuk atlet usia sekolah tahun depan. Ini adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuan sebelum berlaga di level yang lebih tinggi," kata Eko.
Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma., Muhammad Fakhrurrozi menambahkan pihaknya mengapresiasi atas inovasi mahasiswanya yang untuk pertama kalinya memasukkan cabang olahraga pencak silat dalam kegiatan ASCOPS.
Keberanian mahasiswa untuk langsung menggelar event skala nasional di cabang olahraga pencak silat ini, kata dia membuahkan hasil manis yang telah menggaet peserta atlet dari 10 provinsi.
"Kami sangat bangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga ikut aktif memelihara budaya asli Nusantara, yaitu pencak silat. Ini adalah langkah luar biasa bagi pengembangan karakter mahasiswa," ungkap Fakhrurrozi kepada awak media disela acara.
Keberhasilan ASCOPS 2026 tak lepas dari kolaborasi harmonis antara BEM Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, Pemkot Depok, KONI, IPSI, hingga Go Silat. Sinergi ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk pengembangan kegiatan di tahun mendatang.
Dirinya berharap, semangat kompetisi yang telah terbangun dapat terus dijaga keberlangsungannya, meski estafet kepengurusan BEM berganti setiap tahun. Ke depannya, dia juga mendorong pengembangan skala acara yang lebih luas, tidak hanya mencakup lebih banyak provinsi, tetapi juga untuk cabang olahraga lainnya seperti basket atau badminton.
Dia juga menekankan potensi ASCOPS untuk merambah ke bidang seni sebagai pelengkap kegiatan olahraga.
"ASCOPS memiliki potensi besar, tidak hanya di olahraga tetapi juga seni, seperti fotografi. Saya berharap ke depan bidang seni ini dapat ditingkatkan agar menjadi wadah kreativitas yang semakin lengkap dan bermanfaat khususnya bagi generasi muda," pungkasnya. (Risky)



