Lagi, Buruh FSPGI Gelar Aksi Protes di Tiga Lokasi Jakarta

Redaktur author photo
Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) se Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kedubes Jepang, kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Inijabar/Risky Andrianto

inijabar.com, Jakarta – Ratusan buruh yang tergabung dalam aksi solidaritas Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) se-Jabodetabek kembali menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

Aksi ini merupakan upaya lanjutan dari perselisihan hubungan industrial yang memanas sejak 6 April 2026, menyusul penyelesaian terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 12 orang pekerja oleh manajemen PT. Indonesia Epson Industry yang dinilai mengalami kebuntuan atau tidak menemui hasil kesepakatan.

‎Aksi unjuk rasa solidaritas sesama buruh ini berlangsung sejak pukul 09:00 WIB dengan menyasar tiga titik lokasi strategis, yakni kantor Marketing Epson yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan, Kedutaan Besar Jepang dan Kedutaan Besar Jerman, di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

‎Presiden DPP Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) Abdul Bais menegaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya serikat pekerja yang sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan mediasi tertanggal 5 Juni 2026.

‎“Hari ini jam 12.50 WIB ini adalah titik kedua kita aksi unjuk rasa. Sebelumnya di Epson Indonesia sales marketing-nya PT Epson. Sekarang ini di depan kantor kedubes Jepang. Tadi kita sudah diterima. Ya, saya sudah menyampaikan bahwa sebelumnya, saya juga sudah mengirim surat. Pada surat saya tertanggal 5 Juni 2026, sudah saya kirimkan dan diterima pada tanggal 8 Juni 2026,” ujar Abdul Bais kepada awak media disela mengikuti aksi unjuk rasa, di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Abdul Bais menambahkan alasan mendasar mengapa pihaknya melakukan aksi unjuk rasa langsung ke Kantor Kedutaan Besar Jepang.

‎“Karena tidak ada mediasi dari Kedutaan besar Jepang, maka kita datang kemari itu. Berharap Kedubes Jepang bisa melakukan sosial dialog dengan kita gitu. Sehingga permasalahan ini cepat selesai,” tegasnya.

‎Dalam setiap lokasi aksi yang dituju, Abdul Bais mengungkapkan bahwa massa kembali membawa tuntutan dan membawa dua dokumen utama yang diantaranya yakni pernyataan sikap dan kronologis permasalahan yang terjadi sejak 6 April 2026 hingga saat ini. 

Menurutnya, langkah ini diambil agar pihak-pihak terkait memahami duduk perkara yang sebenarnya. Terutama terkait dugaan ‘Union Busting’ atau Pemberangusan Serikat Pekerja di PT Indonesia Epson Industry.

‎“Jadi, kita memperjelas sikap kita, gitu. Terus yang kedua kronologis agar mereka lebih memahami tentang permasalahan sebenarnya yang terjadi selama ini,” tambahnya.

Terkait aksi di Kantor Marketing Epson, Abdul Bais mengungkapkan kekecewaannya karena pihaknya tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak manajemen.

‎“Di kantor Marketing Epson sangat disayangkan sekali ya, kita tadi merasa kecewa. Padahal surat pemberitahuan aksi sudah kita berikan dari hari Senin lalu, ternyata pas kita hadir di kantor tersebut semua karyawannya lagi WFH. Itu kan berarti ada koordinasi. Memang pihak Epson tidak mau melakukan dialog, gitu,” ungkapnya.

‎Mengenai sasaran lokasi ketiga di Kedutaan Besar Jerman, dia meyakini bahwa pihak Kedubes Jerman sebagai perwakilan negara yang mengedepankan asas kemanusiaan terhadap pekerja. Akan memberikan perhatian kepada status karyawan yang di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan, serta dikarenakan banyaknya produk Epson yang dipasarkan di negara yang berasaskan sosialis demokratis tersebut.

"Kedubes Jerman ini kita prediksi akan lebih menekan, karena Epson ini banyak produknya dijual di Jerman. Sehingga  ketika ada permasalahan ini, saya punya keyakinan Dubes Jerman akan mencari tahu tentang kejadian permasalahan ini," ujarnya.

‎Di akhir keterangannya, Abdul Bais menegaskan bahwa serikat pekerja akan terus berupaya melalui jalur dialog. 

Namun, apabila tidak ada titik terang, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk terus menempuh jalur hukum dan melakukan aksi boikot terhadap produk Epson sebagai langkah aksi bentuk protes lanjutan.

“Ya, sebelum kita melakukan aksi besar-besaran yang melibatkan Aliansi Urun Rembuk Nasional. Kita berharap semua stakeholder memanfaatkan waktu-waktu ini ya untuk mempercepat terjadinya dialog. Sehingga bisa terjadi kesepakatan perdamaian, masalah selesai,” pungkas Abdul Bais. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini