![]() |
| Ilustrasi |
ìnijabar.com, Kota Bekasi - Capaian target sanitasi total berbasis masyarakat di wilayah perkotaan, tidak sekadar berhenti pada pemenuhan status bebas buang air besar sembarangan.
Tantangan berikutnya yang tidak kalah krusial, adalah memastikan infrastruktur penampungan limbah domestik di tiap rumah tangga tetap aman, kedap air, dan tidak mencemari sumber air bawah tanah akibat kerusakan struktural.
Persoalan pasca-ketercapaian status Open Defecation Free (ODF) tersebut, kini menjadi fokus evaluasi kedinasan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Meski 56 kelurahan di wilayah mitra Jakarta ini telah dinyatakan 100 persen bebas buang air besar sembarangan, pemeliharaan tangki septik (septic tank) berusia tua yang rawan bocor, masih menyisakan pekerjaan rumah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, membenarkan bahwa secara administratif seluruh kawasan pemukiman warga, sudah terbebas dari perilaku sanitasi buruk di ruang terbuka.
"Kalau buang air sembarangan sudah tidak ada, kita sudah selesai untuk pemenuhan status ODF 100 persen itu," ujar Broto saat dikonfirmasi di Bekasi Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Kendati secara perilaku masyarakat telah berubah, Disperkimtan mencatat masih ada sekitar 0,4 hingga 0,5 persen infrastruktur tangki septik, di pemukiman padat yang mendesak untuk segera direhabilitasi.
Kebocoran pada tangki septik konvensional dinilai sangat berbahaya, karena dapat memicu penyebaran bakteri E. coli pada sumur dangkal warga.
"Memang ada beberapa wilayah yang kita perbaiki septic tank-nya. Terutama penampungan model lama yang sudah bocor, seperti itu yang kini tengah kami intervensi dan perbaiki di lapangan," kata Broto.
Rehabilitasi tangki septik secara masif ini, merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemkot, dalam mewujudkan ekosistem lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pihak dinas memastikan skema perbaikan fisik ini akan berjalan secara stimulan dan bertahap di titik-titik rawan genangan.
"Upaya ini menyangkut kesehatan lingkungan jangka panjang masyarakat. Makanya, proses pemantauan dan rehabilitasi di lapangan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan demi mewujudkan kota yang sehat," pungkasnya. (Pandu)



