![]() |
| Panitia MUKOT KADIN Depok 2026. |
inijabar.com, Depok – Panitia Musyawarah Kota (Muskot) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Depok ke-6 telah resmi menutup pendaftaran bakal calon ketua pada Kamis (9/7/2026). Penutupan tersebut dilakukan tepat pada pukul 17.00 WIB sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Ketua Kadin Kota Depok sekaligus penanggung jawab Musyawarah Kota ke-6, Miftah Sunandar menegaskan bahwa penutupan dilakukan secara tegas tanpa memandang siapa pun yang mendaftar.
"Kami panitia sudah memutuskan penutupan pendaftaran bakal calon. Hari ini ada dua yang mau mendaftar. Yang sudah mengambil formulir, satu perempuan, Ibu Dokter Kalina, tadi jam tiga sore sekian, dan satu lagi Bapak Lilik Yusuf. Beliau mau mengambil formulir pendaftaran dan sudah siap dibawa tadi, dan sudah bawa uangnya juga. Cuma kami tadi rapat dengan panitia SC dan OC, rapat kecil, bahwa kami sudah membuat time line waktu," kata Miftah saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di Sekretariat Kadin Kota Depok, Kamis (9/7/2026).
Terkait pendaftar yang datang melewati batas waktu yakni pukul 17:00 WIB. Pihak panitia menyatakan tidak dapat menerima formulir tersebut.
"Jadi pas jam 17.00 WIB sore tadi kita nyatakan kita tutup pengambilan berkas pencalonan calon ketua Kadin Kota Depok. Kita sesuai time line yang ada. Jadi, kita on the track saja, tidak kita lebihkan, tidak kita kurangi, karena kita sudah kasih waktu satu minggu dari tanggal 2 sampai 9 Juli 2026, walaupun dia mau main di injury time tetap tidak bisa," jelas Ketua SC Muskot Kadin Kota Depok, Irsan Randi.
Sementara itu, Ketua OC Muskot Kadin Kota Depok, Nurjaman, menambahkan bahwa saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu pengembalian berkas dari calon yang telah mengambil formulir.
"Ya kalau sebagai ketua OC tadi ketua SC, Bang Rendi sudah menyampaikan semua ya tahapan dan sampai ditutupnya. Kami, ya sebagai panitia OC, termasuk saya sebagai Ketua OC, ya saya tinggal menunggu informasi dari calon yang tadi mengambil formulir, yaitu Dokter Kalina. Kapan beliau akan mengembalikan formulir tersebut beserta persyaratan-persyaratan yang lainnya," ungkapnya.
Dengan ditutupnya pengambilan formulir. Panitia kini fokus pada tahapan selanjutnya yakni verifikasi dokumen dan pemberkasan bakal calon yang telah masuk. Proses verifikasi faktual dan validasi ini dijadwalkan akan terus berjalan hingga pengumuman resmi calon ketua pada 26 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, Kandidat bakal Calon Ketua Kadin Kota Depok, dr. Karlina mengatakan dalam pencalonannya ini dirinya berjanji akan membawa misi untuk menjadikan Kadin sebagai motor penggerak ekonomi yang lebih inklusif dan progresif.
Selain itu dia juga berkomitmen akan merangkul seluruh lini bisnis di Depok agar dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah.
”Kami ingin Kadin menjadi lebih baik lagi. Lebih maju, bisa merangkul berbagai macam jenis usaha dan Kadin bisa menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Kota Depok,” ujar Karlina kepada awak media usai mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon ketua, di Sekretariat Kadin Kota Depok, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, langkah dirinya untuk maju sebagai calon ketua mendapatkan dukungan dari berbagai elemen, termasuk lintas asosiasi pengusaha dan organisasi pemberdayaan perempuan.
Salah satu dukungannya tersebut datang dari Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM), Linda Rojak.
“Saya Linda Rojak, ketua dari Perempuan Indonesia Maju. Perempuan support perempuan,” ungkap Linda memberikan dukungan moral.
Sekilas Tentang Dr.Karlina
Sebagaimana diketahui selain dikenal sebagai pengusaha, Dokter Karlina memiliki latar belakang organisasi dan bisnis yang mumpuni. Saat ini, dia menjabat sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Depok dan aktif dalam kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok yang dipimpin oleh Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah selaku Istri dari Wali Kota Depok.
Di sektor bisnis, Dokter Karlina merupakan pemilik Rumah Sakit Graha Permata Ibu (RS GPI) di Kecamatan Beji, Kota Depok. Melalui investasi di sektor kesehatan dan bidang usaha lainnya, dia tercatat telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 500 orang.
Rekam jejaknya juga mencakup upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di mana dia pernah memfasilitasi belasan pelaku UMKM Kota Depok untuk mengikuti pameran di Kuala Lumpur, Malaysia yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Menanggapi kondisi Kadin Depok yang dinilai sejumlah pihak tengah mengalami penurunan performa. Dirinya mengaku terpanggil untuk melakukan pembenahan. Sebagai sesama pelaku usaha, dia juga ingin memastikan bahwa Kadin berfungsi optimal sebagai wadah bagi anggotanya.
“Saya pengusaha, jadi saya ingin pengusaha yang ada di Kota Depok ini pun seperti saya. Punya wadah untuk bisa, paling tidak kita mendapatkan networking lebih baik, advokasi juga lebih baik, kita mendapatkan kesempatan juga lebih baik,” tuturnya.
Dokter Karlina juga menekankan pentingnya peran Kadin sebagai satu-satunya organisasi pengusaha yang memiliki landasan hukum berupa undang-undang.
“Kadin adalah organisasi, satu-satunya organisasi di luar dari pemerintahan yang mempunyai undang-undang, Pak. Jadi, jelas kedudukannya, jelas jalurnya, jelas tupoksinya,” tegasnya.
Dia pun optimistis bahwa dirinya dapat memenangkan bursa pemilihan tersebut.
”Insyaallah, Pak. Kalau yakin ditanya, kita harus yakin,” tandasnya.
Kehadiran sosoknya diprediksi akan memberikan warna baru dan momentum penyegaran kepemimpinan khususnya di sektor strategis ekonomi daerah Kota Depok. (Risky)



