Reses di Jakamulya, Tanti Herawati Dibanjiri Keluhan Soal BPJS hingga Banjir

Redaktur author photo
Anggota DPRD Kota Bekasi Tanti Herawati saat Reses di Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan

inijabar.com, Kota Bekasi – Reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Tanti Herawati, di Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi. 

Kegiatan yang dihadiri warga RT 02, RT 03, dan RT 04 tersebut didominasi keluhan terkait pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS serta persoalan lingkungan pada Jumat (10/7/2026)

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kota Bekasi ini mengatakan, sektor kesehatan, warga menyoroti pelayanan rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan yang dinilai masih belum optimal. 

"Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang saat berobat, keterbatasan ketersediaan obat, hingga sulitnya memperoleh kamar rawat inap,"ujar wanita yang akrab disapa Sis Hera ini.

"Kami membayar iuran setiap bulan, tetapi saat berobat harus antre sejak pukul 05.00 pagi hingga siang. Obat juga sering tidak tersedia," ungkap salah seorang warga dalam forum reses.

Selain layanan kesehatan, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian utama masyarakat, kata Hera, warga juga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi akibat saluran drainase tersumbat, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sejumlah ruas jalan lingkungan, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), hingga polusi debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, warga juga menyampaikan belum adanya kantor RW karena keterbatasan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di wilayah tersebut.

"Kalau hujan satu jam saja, jalan depan rumah sudah banjir. Sampah menumpuk dan menyumbat saluran air," keluh warga lainnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Tanti Herawati menyatakan seluruh masukan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Kota Bekasi sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Reses menjadi agenda penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran di Kota Bekasi.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini