|
Menu Close Menu

PMII Univ Pelita Bangsa Bekasi Galang Dana Untuk Korban Banjir

Kamis, 27 Februari 2020 | 13.38 WIB

inijabar.com, Kabupaten Bekasi - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pelita Bangsa (UPB) cabang Kabupaten Bekasi menggalang dana untuk bencana alam banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Bekasi Rabu, 26 Februari 2020 

Korlap Irfan Fadilah mengatakan, penggalangan dana ini dilakukan selama tiga hari. Dana tersebut akan dialokasikan kebeberapa titik di Kabupaten Bekasi. Diantaranya Desa Cipayung, dan Bojong Sari yang berada di kecamatan Cikarang Timur dan Kedung Waringin.

"Kegiatan ini atas kesadaran kita sebagai mahasiswa terjun langsung untuk melakukan penggalangan dana dan Alhamdulillah bila terkumpul cukup banyak ini sebuah gerbang kesadar dari masyarakat untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah banjir dan semoga masyarakat selalu antusias menyisihkan dananya untuk bencana alam selain di daerah Kabupaten Bekasi" jelas Irfan.

Lanjut irfan mengatakan dana tersebut akan di belikan mie instan, biskuit, air mineral, pempers pembalut dan obat obatan. Sebab kebutuhan inilah yang dilihat sahabat sahabati yang sangat di butuhkan oleh warga yang terkena bencana banjir.

"Dari bencana ini ratusan warga di Kabupaten Bekasi harus mengungsi serta puluhan rumah hancur dan juga menyebabkan akses jalan di lokasi tersebut tertutup akibat sampah dan air yang menutupi badan jalan. Ujar Marsin Fransisco kordinator lokasi," ucapnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat membuat regulasi tentang penanganan bencana alam seperti bencana banjir yang setiap tahunnya terjadi. Dia juga menyesalkan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang tidak memperhatikan aspek negatif dari pembangunan yang mengabaikan kerusakan lingkungan.

"Pemkab harus lebih cekatan dalam menangani bencana alam seperti ini, seperti membuat regulasi tentang bencana alam. Padahal dalam RPJMD Bekasi Bersinar akronim dari Berdaya Saing, Sejahtera, Indah dan Ramah Lingkungan harus dijalankan, agar pembagunan di Bekasi tidak menjadi bom waktu bagi masyarakat," tutupnya.(mam)
Bagikan:

Komentar

<---PASANG IKLAN--->