Catatan Kritis: Jejak Kepemimpinan 27 Tahun Kota Bekasi

Redaktur author photo
Foto: saat Sertijab dari Walikota Bekasi Tri Adhianto kepada Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

KOTA Bekasi, hari ini, 10 Maret 2023 merayakan hari berdirinya pemerintahan yang ke-27 tahun. Kota Bekasi menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 210,49 kilometer per segi. Memiliki penduduk mencapai 2,2 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.

Peresmian kota administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan wali kota pertama dijabat leh Bapak H Soedjono (1982-1988). Tahun 1988 Wali Kota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs Andi Sukardi (1988-1991). Kemudian diganti oleh Bapak Drs H Khailani AR (1991-1997).

Selanjutnya, berdasakran hasil pemilihan terhitung mulai 23 Februari 1998 Wali Kota Madya Kepala Daerah tingkat II Bekasi definitif dijabat H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi yaitu Ahmad Zurfaih dan Mochtar Mohamad periode 2003-2008. 

Saat pemilihan kepala daerah dilakukan secara terbuka dan dipilih langsung oleh rakyat pada Pilkada periode 2008-2013  Mochtar Mohamad sebagai Calon Wali Kota Bekasi yang berpasangan dengan Rahmat Effendi sebagai Calon Wakil Wali Kota Bekasi berhasil terpilih dari pesaingnya saat itu Yakni Calon Walikota Ust.Ahmad Syaikhu berpasangan dengan Calon Wakil Walikota Bekasi Kamaludin.

Di masa tahun ke 2 kepemimpinan Mochtar Mohammad sebagai Walikota Bekasi tersandung kasus korupsi dan menjalani masa hukuman selama 6 tahun.

Sehingga Rahmat Effendi selama sisa 2 tahun memimpin sendirian Pemerintahan Kota Bekasi saat itu hingga berakhirnya periodesasi nya di tahun 2013.

Kemudian di Pilkada 2013, Rahmat Effendi kembali maju sebagai calon Walikota Bekasi dan berpasangan dan Ahmad Syaikhu sebagai calon Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 dan keduanya berhasil memperoleh suara terbanyak dibanding empat pasangan calon lain nya.

Perjalanan kepemimpinan Rahmat Effendi-Ustad Ahmad Syaikhu selama 5 tahun mulus dan banyak menuai pujian karena kinerjanya yang cukup berprestasi. Hingga kedua mengakhiri periodesasinya di tahun 2018 tanpa ada kasus hukum menerpa keduanya. Sikap saling menjaga dan tidak ada intrik dari keduanya membuat pasangan Pepen-Syaikhu diakui sebagai yang terbaik dalam sejarah kepemimpinan di Kota Bekasi.

Di Pilkada 2018, Rahmat Effendi di tengah popularitasnya yang tembus diangka 70 persen. Pria yang akrab disapa Bang Pepen itu menyatakan maju kembali sebagai calon Walikota Bekasi 2018-2023.

Maju nya kembali Rahmat Effendi di Pilkada tidak diikuti Ahmad Syaikhu yang memilih mengikuti seleksi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kemudian Rahmat Effendi sebagai calon Walikota Bekasi pun mengajak Tri Adhianto yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Pemkot Bekasi sebagai Calon Wakil Walikota nya.

Pasangan ini dinamai Pen-Tri melawan Calon Walikota Nur Supriyanto (alm) dari PKS dan Calon Wakil Walikota Adhy Firdaus dari Partai Gerindra.

Seperti diprediksi sebelumnya, Rahmat Effendi terpilih kembali menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dijabat Tri Adhianto Tjahyono periode 2018-2023.

Sayangannya, pasangan kepala daerah ini terlihat sudah tidak kompak di tahun kedua kepemimpinannya. Sehingga kinerja keduanya nampak terlihat tidak kompak meski di hadapan media mereka mengaku terlihat harmonis.

Di awal tahun 2022, Rahmat Effendi tersangkut kasus hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga Wakil Walikota Tri Adhianto diangkat oleh Kemendagri sebagai Plt Walikota Bekasi sejak tanggal 6 Januari 2022 hingga 21 Agustus 2023.

Kemudian pada 21 Agustus 2023, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Tri Adhianto Tjahyono sebagai Wali Kota Bekasi di sisa masa jabatan 2018-2023. Pelantikan berlangsung di Aula Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 21 Agustus 2023. Predikat walikota Bekasi tercepat pun disandang Tri Adhianto.

Saat itu masyarakat Kota Bekasi berharap Tri Adhianto bisa meneruskan program-program yang dijadikan RPJMD 5 tahun pasangan Pepen-Tri. Tentunya harapan besar tidak tersangkut kasus hukum di sisa akhir periodesasinya.

Namun harapan masyarakat itu pupus, Tri Adhianto justru lebih banyak memainkan 'personal branding' sebagai politisi yang ingin keluar dari bayang-bayang prestasi Rahmat Effendi.

Tri yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Kota Bekasi ini justru hanya 'membesarkan' orang-orang terdekatnya di lingkup birokrat dan lembaga-lembaga strategis lainnya.

Pada 20 Oktober 2023 kepemimpinan Tri Adhianto sebagai Walikota Bekasi berakhir dan diganti oleh Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad yang merupakan seorang ASN di Kemendagri.

Kini masyarakat dan birokrat di lingkup Pemkot Bekasi berharap pada Pj Walikota Bekasi Raden Gani untuk mampu membenahi Kota Bekasi untuk lebih baik lagi.

Semoga momentum 27 tahun dan menjelang Pilkada 2024, Kota Bekasi bisa memilih pemimpin kedepan yang bebas dari rekam jejak masa lalu dan bisa diharapkan berkeadilan dalam semua aspek kehidupan warga Kota Bekasi. Sehingga tagline yang kini populerkan kepemimpinan Raden Gani Muhamad, Kota Bekasi Inovatif  Kreatif Terdepan tidak hanya slogan saja.(red)

Share:
Komentar

Berita Terkini