inijabar.com, Kota Bekasi - Balai Latihan Kerja (BLK) Kompetensi Jawa Barat, berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat dan PT Unggul Semesta, menggelar pelatihan berbasis penempatan kerja.
Program inovatif yang juga sebagai strategi konkret menekan angka pengangguran itu, menerapkan jaminan langsung penempatan kerja bagi peserta, sebagai upaya serius pemerintah provinsi mengatasi masalah ketenagakerjaan.
Kepala BLK Kompetensi Jawa Barat, Acep Bambang S.,menyatakan atas dasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat per Februari 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta masyarakat.
"Tingginya angka pengangguran ini tidak lepas dari jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 50 juta lebih, sehingga menjadi tantangan tersendiri," ujar Acep, di BLK Kompetensi Jabar, Bekasi Timur, Selasa (23/9/2025).
Program pelatihan berbasis penempatan industri ini dirancang, agar peserta langsung dapat diserap sektor industri formal setelah menyelesaikan pelatihan. Berbeda dengan pelatihan konvensional, yang hanya memberikan sertifikat kompetensi.
Acep mengapresiasi peran Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, yang menurutnya telah menjembatani BLK dengan pihak industri.
"Alhamdulillah dibantu Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul, karena BLK secara langsung dengan industri agak sulit, namun dengan mediasi FKLPID menjadi lebih mudah," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris President Director PT Unggul Semesta, Ria Manggalita, menjelaskan perusahaan yang telah beroperasi 37 tahun itu, memiliki klien besar industri otomotif seperti PT Toyota, PT Astra Honda, Honda Prospect, dan Suzuki Indomobil beserta seluruh vendor turunannya.
"PT Unggul Semesta adalah perusahaan perdagangan besar mesin otomasi, khususnya welding machine dan welding robot. Kami merupakan sole agent distributor tunggal di Indonesia untuk robot automation welding," papar Ria.
Rita mengatakan, kebutuhan akan SDM kompeten untuk mengoperasikan robot welding, mendorong PT Unggul Semesta membuka training center enam tahun terakhir.
"Customer kami membutuhkan SDM yang mampu mengoperasikan robot welding hingga tahap maintenance, bukan hanya menekan tombol start. Di sinilah peran training center kami," papar Rita.
Dalam enam tahun terakhir, training center PT Unggul Semesta telah meluluskan sekitar 950 alumni melalui program CSR ke sekolah-sekolah dengan 200 MOU tersebar di seluruh Indonesia. Fasilitas pelatihan disediakan gratis lengkap dengan makan siang, sertifikat dari OTC Daihen Japan, dan penginapan.
Di tempat yang sama, Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menekankan pentingnya program pelatihan yang langsung disertai jaminan penempatan kerja untuk mengurangi pengangguran. Namun, ia menyayangkan kendala komunikasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Bekasi.
"Saya minta Gubernur mengevaluasi Kepala MKKS SMK Kota Bekasi. Dari awal sudah kami undang untuk berpartisipasi, namun sampai sekarang tidak hadir. Ini adalah kebutuhan SMK untuk menyambungkan ke industri," tegas Benny.
FKLPID telah memfasilitasi rekrutment dari 140 SMK di Kota Bekasi dengan seleksi bertahap dari 200 calon menjadi 50, kemudian 20 peserta terpilih. Benny berharap Dinas terkait lebih serius memanfaatkan program ini, sebagai peluang besar bagi siswa SMK masuk ke industri.
"Pelatihan berbasis penempatan industri berbeda dengan pelatihan berbasis kompetensi. Ini bukan sekedar memberikan bekal keterampilan, tapi peserta direkrut untuk dilatih kemudian ditempatkan langsung," ungkapnya.
Program perdana ini melibatkan 40 peserta yang akan diseleksi menjadi 20 orang sesuai permintaan industri. Pelatihan berlangsung dengan pembagian waktu antara BLK Kompetensi dan langsung di PT Unggul Semesta. Setelah lulus, peserta akan ditempatkan di perusahaan customer PT Unggul Semesta yang tersebar di Karawang, Cikampek, dan Cikarang. (Pandu)



