![]() |
| Pertemuan DPG dengan perwakilan pihak berkepentingan. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Terkait permintaan warga penyediaan fasilitas ibadah bagi warga Cluster Vasana dan Neo Vasana, di kawasan Alindra-Kota Harapan Indah yang meminta akses ke Musholla Ar Rahman yang terhalang tembok pembatas cluster.
Damai Putra Group (DPG) mengumumkan langkah strategis, penyediaan fasilitas ibadah bagi warga Cluster Vasana dan Neo Vasana, di kawasan Alindra-Kota Harapan Indah.
Nimim Safira yang membawahi External Relations Damai Putra Group, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan fasilitas ibadah yang memadai.
"Kami telah menyiapkan solusi komprehensif untuk memenuhi kebutuhan spiritual warga cluster dengan menyediakan lahan masjid dan membangun mushola di dalam kawasan," ujar Nimim, Minggu (21/9/2025).
Menurutnya, manajemen telah menyediakan salah satu area Lahan Sarana Prasarana dan Utilitas Umum (PSU) di kawasan Alindra, untuk pembangunan masjid yang dapat dimanfaatkan warga sekitar.
Ia menyatakan, permohonan serah terima lahan PSU tersebut, telah diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sambil menunggu proses pembangunan masjid, kami akan membangun mushola di dalam area Cluster Vasana dan Neo Vasana. Proses pembangunan dimulai minggu pertama Oktober 2025 dengan estimasi penyelesaian dalam waktu tiga bulan," kata Nimim.
Nimin menjelaskan, seluruh biaya pembangunan mushola, akan sepenuhnya ditanggung manajemen DPG tanpa memungut biaya dari warga.
"Ini adalah bentuk komitmen kami, dalam menghadirkan kawasan hunian yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mendukung kehidupan spiritual warganya," paparnya.
Terkait permintaan pembukaan tembok cluster yang diajukan Pengurus Yayasan Mushola Ar-Rahman, Nimin menegaskan tidak dapat menyetujui usulan tersebut.
"Dengan dibangunnya mushola di dalam cluster, kebutuhan ibadah warga sudah terpenuhi sehingga pembukaan tembok tidak diperlukan lagi," ucap Nimim.
Nimim memaparkan beberapa pertimbangan penolakan pembukaan tembok:
1. Mushola telah disediakan di dalam area cluster Vasana dan Neo Vasana untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga.
2. Pagar tembok merupakan bagian integral perencanaan kawasan yang telah mendapat pengesahan Pemkab Bekasi.
3. Sebagian besar warga cluster menyatakan menolak pembukaan tembok, bukan menolak keberadaan mushola.
"Sebagai pengembang, DPG berkewajiban menjaga tata kelola kawasan secara menyeluruh, serta memperhatikan aspirasi seluruh penghuni demi terciptanya kebersamaan, kenyamanan, dan ketertiban lingkungan," pungkasnya.
Langkah strategis ini mencerminkan upaya DPG, dalam menghadirkan solusi yang mengakomodir kebutuhan spiritual warga, sambil tetap menjaga keutuhan tata ruang kawasan perumahan. (Pandu).



