Giliran di Ciamis, 47 Siswa SMPN 4 Pamarican Keracunan MBG

Redaktur author photo
Menu MBG yang diberikan di SMPN 4 Pamarican yang diduga membuatv47 siswa keracunan.

inijabar.com, Ciamis- Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menular ke Ciamis. Sebanyak 47 siswa di SMPN 4 Pamarican terkulai lemas usai menyantap MBG pada Senin (29/9/2025).

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, usai menjenguk siswa keracunan tersebut di Puskesmas Pamarican mengatakan, pemerintah akan menindaklanjuti kasus ini secara serius.

"Tercatat ada 47 siswa yang mengalami keracunan. Namun, kita belum bisa memastikan apakah itu berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena masih perlu dicek secara lengkap," ungkap Herdiat.

Dari data sementara, kata Herdiat, jumlah penerima manfaat MBG di SMPN 4 Pamarican sebanyak 608 orang. Distribusi makanan dilakukan kepada siswa kelas 7 dan 8 dengan total 422 paket, sedangkan kelas 9 belum menerima jatah distribusi.

"Dari 422 siswa itu, 47 orang dilaporkan keracunan. Saat ini, 14 siswa masih dirawat di Puskesmas Pamarican, dan 2 siswa lainnya di RSUD Banjar. Jadi ada 16 siswa yang masih menjalani perawatan,"  ujar Herdiat.

Dia menegaskan, jika terbukti ada kelalaian dari dapur penyedia makanan SPPG (Satuan Pendidikan Penyelenggara Gerakan), maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan.

"Bila aturan mengharuskan ditutup sementara, akan kita tutup sementara. Kalau harus ditutup secara permanen, maka akan ditutup permanen," tegasnya.

Herdiat juga memberikan perhatian khusus pada proses pengolahan makanan. Menurutnya, higienitas dan waktu memasak harus menjadi prioritas utama agar makanan tetap layak dikonsumsi.

"Kalau distribusi dilakukan pukul 10 atau 11, maka makanan paling lama dimasak 4 jam sebelumnya. Kalau sampai dimasak 12 jam sebelumnya atau bahkan lebih, itu jelas sebuah kelalaian," tuturnya.

Herdiat mengimbau kepada seluruh pengelola dapur penyedia MBG agar meningkatkan standar sterilisasi dan higienitas makanan sebelum didistribusikan.

"Ke depan, saya berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Keselamatan anak-anak kita harus menjadi prioritas,"tandasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini