Sampah Menumpuk di Pasar Dinilai Bukan Hanya Soal Antrian di TPA Sumur Batu

Redaktur author photo
Tumpukan sampah di pasar

inijabar.com, Kota Bekasi- Penumpukan sampah yang terjadi di seluruh pasar tradisional di Kota Bekasi karena volume sampah harian melebihi kapasitas data tampung di setiap pasar.

Hal itu dikatakan, praktisi persampahan yang juga salah satu tim Monev TPSRmT Bantargebang, Benny Tunggul mengomentari persoalan sampah di Kota Bekasi.

Selain itu, kata dia, distribusi penanganan sampah terganggu dengan jadwal penganggkutan sampah sering terlambat dan saya tampung truck yang tidak memadai.

"Soal kondisi TPA Sumur Batu over load dan sirkulasi antruan Truck di TPA terlalu lama. Kemudian soal sampah lama dan baru tidak terolah, akibatnya zona tidak dipenuhi sampah yang bercampur. Sehingga mengakibatkan pencemaran air,tl tanah dan udara. Diperparah TPA Sumur Batu drainage untuk air leachet rusak,"ungkapnya. Minggu (19/10/2025).

Benny menyatakan, dibutuhkan setiap pasar memiliki Incenerator  untuk mengurangi sampah pasar di awal sumber sampah.

"Mengurangi volume sampah di TPA Sumur Batu. Truk sampah Kota Bekasi sudah tidak layak dipakai lagi,"ucapnya.

Dirinya meminta Kabid Pasar di Dinas Dagperin sebaiknya memiliki insiasi penanganan sampah pasar, bukan hanya memikirkan target retribusi pasar dan sarana pasar yang sampai saat ini sangat memprihatinkan

"Walikota terlihat tidak tegas kepada Kabid pasar dan Disdagperin dalam revitalisasi pasar di Kota Bekasi. Kontradiktif  hukum  pengelolaan pasar yang berlarut mengakibatkan TPS dan pasar semakin kumuh dan berantakan,"ujar Benny.

Dia menyatakan, saatnya walikota mewujudkan pasar sehat, bersih dan beradab. Saat persaingan pasar modern yang meraup konsumen,walikota menjaga dan membangun transaksi perdagangan konsumen dan pedagang pasar dalam menjaga stabilitas harga dan supply chain (rantai suplay) petani sampai pedagang dalam sirkulasi ekonomi kecil

Benny juga menyinggung, Dinas Dagperin saatnya bergerak dan menjadikan pasar sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

"Bukan jadi cash cow ekonomi daerah semata,"tandasnya.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini