KDM 'Galau' OJK Gagalkan Helmy Yahya di Seleksi Komisaris Independen BJB

Redaktur author photo
Helmy Yahya

inijabar.com, Kota Bandung- Kekecewaan mendalam Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait tidak lolosnya Mardigu Wowiek Prasantyo sebagai komisaris utama independen, Helmy Yahya sebagai komisaris independen Bank BJB dalam fit and proper test yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekedar diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pembatalan pengangkatan Komisaris Utama Independen, Komisaris Independen, dan Direktur Kepatuhan Perseroan. 

Dalam surat pemanggilan RUPSLB 2025 manajemen Bank BJB menyebut bahwa rapat akan diselenggarakan pada 1 Desember 2025 pukul 09.00 WIB. 

Mata Acara merupakan tindaklanjut dari surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SR-294/PB.02/2025,SR-356/PB.02/2025 dan S-338/KO.12/2025,” tulis manajemen Bank BJB dalam keterbukaan BEI, dikutip Senin (10/11/2025). 

Meski RUPSLB pada April 2025 sudah sepakat mengangkat dua figur tersebut, dia mengatakan keputusan akhir ada di hasil fit and proper test OJK. "Komisaris harus melalui seleksi OJK. Pak Helmi dan Pak Bosman tidak lolos OJK," kata pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Dedi mengaku keputusan keduanya tidak lolos memutus harapannya memiliki sosok komisaris yang memiliki integritas. Padahal, dirinya sangat berharap Mardigu dan Helmy Yahya lolos seleksi Komisaris karena punya integritas.  

Terkait alasan OJK tidak meloloskan keduanya, Dedi Mulyadi minta hal tersebut ditanyakan pada OJK. Secara pribadi dirinya menyesalkan Mardigu dan Helmy tidak lolos proses di OJK.

"Kenapa tidak lolos? Ya tanya ke OJK. Secara pribadi dan sebagai gubernur, saya menyesalkan mereka tidak lolos," pungkasnya. Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjelaskan alasan penunjukan Mardigu Wowiek alias Bossman Mardigu dan Helmy Yahya sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen Bank BJB.

Sebagai pemegang saham pengendali BJB, Dedi mengatakan pihaknya memilih kedua tokoh influencer tersebut atas dasar profesionalisme.  KDM memastikan ingin memilih orang-orang yang dipercaya oleh publik dan memiliki pengetahuan yang cukup serta pengalaman yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan.

Share:
Komentar

Berita Terkini