![]() |
| Bupati Indramayu Lucky Hakim |
inijabar.com, Indramayu- Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam kanal media sosial nya merinci anggaran Pemilihan Kuwu (Pilkuwu) serentak di Indramayu.
Pemerintah Kabupaten Indramayu sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp35 miliar untuk pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2025.
Anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD Indramayu Tahun Anggaran 2025, dan akan digunakan untuk membiayai seluruh tahapan pemilihan di 139 desa yang mengikuti kontestasi demokrasi tingkat desa tersebut.
"Ini pada bosen ga sih saya ngomong begini (soal anggaran Pilkuwu). Ga apalah ya kan uang nya dari mereka (masyarakat) juga,"ujar Lucky.
"Honorarium BPD (Badan Permusyawarahan Desa). Ketua, Rp 850 ribu, Wakil ketua Rp800 ribu, Sekretaris Rp700 ribu, Anggota Rp600 ribu,"bebernya.
Sedangkan untuk honor panitia TPS, kata Lucky, untuk Ketua Rp 1.300.000, Wakil ketua Rp.1.200.000, Anggota 1.000.000.
"Honor Linmas, Honor pencacah pemilih 2 ribu, Honor ketua TPS Rp1.000.000, Wakil ketua Rp900 ribu, Sekretaris Rp900 ribu, Anggota Rp900 ribu. Selain itu, Honorarium narasumber Rp350 ribu, Sewa tenda 300 ribu, Sewa sound system Rp300 ribu, Sewa meja Rp128 ribu per meja, kursi Rp3.700 per kursi. Bilik suara Rp200 ribu. Nasi kotak Rp40 ribu,"ungkapnya.
"40 ribu harus enak (menu) dong, ada daging. Nanti dicek ya Rp40 ribu loh ini satu kotaknya,"ujar Lucky.
Jangan nanti cuma gesek doang. Paling ga, ada ayam nya, ada buah nya. Snack nya Rp 15 ribu.
Lucky berpesan pada masyarakat Indramayu dalam memilih kuwu benar (jejal rekam) .
Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Andika Pratama, mengatakan, pelaksanaan Pilwu tahun depan dijadwalkan pada 10 Desember 2025.
“Anggaran Rp35 miliar ini untuk memastikan semua tahapan berjalan tertib, aman, dan transparan,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, pada Pilwu kali ini Pemkab Indramayu akan menerapkan sistem semi-digital (hybrid) guna mempercepat proses rekapitulasi suara dan meminimalkan potensi sengketa hasil. Sistem tersebut akan mengombinasikan pencatatan manual di TPS dengan pelaporan elektronik secara terpusat di tingkat kabupaten.
Selain untuk biaya logistik dan honor petugas, anggaran juga mencakup dukungan keamanan serta fasilitas teknologi informasi di setiap desa peserta.
“Rata-rata setiap desa akan menerima pembiayaan sekitar Rp250 juta, tergantung jumlah TPS dan luas wilayah desa,” tambah Andika.
Pelaksanaan Pilwu 2025 disebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir di Indramayu. Pemerintah berharap ajang ini mampu melahirkan pemimpin desa yang berintegritas dan memperkuat kemandirian pemerintahan desa. (Was)
#Pilwu Indramayu 2025
#Biaya Pilwu
#Pemkab Indramayu



