![]() |
| Sebanyak 800 anak-anak di Depok mengikuti lomba mewarnai di Atrium Mall Pesona Square Depok |
inijabar.com, Depok – Sebanyak 800 orang anak mengikuti acara Debs Color Lomba Mewarnai Terbesar se Kota Depok yang digelar, di Atrium Mall Pesona Square, Jalan Juanda, Kota Depok, Minggu (25/1/2026).
Ajang lomba mewarnai anak tersebut diklaim merupakan kegiatan terbesar dan baru pertama kalinya di Depok yang digagas oleh Deps Project. Dengan memberikan total hadiah sebesar Rp 10 juta serta berbagai macam doorprice menarik mulai dari sepeda listrik, smart tv, dan lainnya.
Founder Deps Project, Rafi Hanif menegaskan bahwa ajang ini merupakan sarana untuk menumbuhkan semangat kreativitas warga terutama anak-anak Depok. Kata dia, ini juga sekaligus menjadi tantangan atau ujian tim penyelenggara untuk menggelar sebuah acara dengan jumlah peserta terbanyak.
“Saya melihat bahwa anak-anak di Depok ini punya potensial dan kami ingin membangkitkan kreativitas warga. Selain itu, ini juga menguji kami sebagai tim Deps Project bagaimana bisa membuat event pertama kalinya, tapi dengan peserta terbanyak yang mana adalah lomba mewarnai,” ujar Rafi kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Adapun peserta yang mengikuti, Rafi menyebut bahwa pihaknya mencatat sebanyak 800 orang anak telah terdaftar terbagi dua kategori yaitu TK dan SD kelas 1-3. Meski begitu, bahkan sebelumnya pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 peserta, namun karena waktu penyelenggaraan semakin dekat sehingga harus menutup pendaftaran.
“Target saya memang seribu orang awalnya, ternyata kita tak mencapai target, tapi alhamdulillah yang terdaftar sudah mencapai 800 orang peserta. Jadi saya melihat 800 orang itu banyak sekali dan saya sangat senang ya,” bebernya.
Lebih lanjut Rafi mengakui meski masih banyak hal yang harus dievaluasi pada penyelenggaraan ajang lomba anak tersebut. Namun pihaknya berjanji akan terus mengevaluasi agar bisa lebih baik pada acara mendatang.
“Saya sangat senang sekali ya melihat antusias para ibunda dan bapak-bapak, warga Depok untuk anak-anaknya. Melihat seorang ibu menemani anaknya dari mulai mereka merakit meja lipatnya, merapikan crayonnya, itu saya benar-benar bahagia sekali melihat kebersamaan dan kemesraan anak dan orangtuanya, karena langka sekali moment seperti itu,” katanya.
Selain itu, menurutnya acara ini juga bukan sekadar kegiatan seremonial biasa melainkan sekaligus memajukan dampak peningkatan perekonomian masyarakat pasar modern. Karena mampu menarik banyak pengunjung yang datang.
“Ini bukan cuma kegiatan biasa, tapi untuk memajukan pasar modern. Jadi yang tadinya pasar swalayan atau mal itu agak sepi, maka dengan adanya acara ini pengunjung jadi ramai,” kata Rafi.
Melalui lomba mewarnai anak terbesar ini, pihaknya berharap ajang ini ke depannya dapat membangkitkan kreativitas anak sekaligus memperkuat kebersamaan anak dengan orang tuanya serta persaudaraan antar sesama terutama warga Depok.
Sementara di lokasi yang sama, Juri Debs Color Lomba Mewarnai, Rayandre mengapresiasi acara tersebut yang mampu menarik peserta terbanyak hingga 800 orang anak. Dia pun menilai bahwa acara ini merupakan terobosan baru bahkan banyak menghasilkan karya-karya mewarnai yang cukup bagus.
“Anak-anak sekarang ini sangat luar biasa sekali ya, bagus-bagus karya mewarnainya. Karena kalau dari kategori penilaian kita itu ada tiga yaitu harmonis warna atau komposisi warna, kerapihan, kebersihan dan kreativitas. Dan memang ada beberapa dari hasil penilaian kita itu sampai berdebat dengan panitia, tetapi kita sudah pilih dari yang terbaik hasilkan yang paling baik,” ujar Rayandre.
Kendati demikian terkait penilaian, pria yang memiliki hobi melukis mural itu mengatakan bahwa meski menemui beberapa kendala karena banyaknya jumlah peserta. Namun dirinya bisa mengatasi karena tema yang diangkat masih tergolong standard yaitu setara dengan tingkatan anak-anak SD.
“Ya, lumayan ada kesulitan, cuma masih bisa kita tanganin. Karena temanya juga masih standar ya, buat anak-anak SD, masih bisa. Di situ ada yang warnanya bagus tapi tidak rapi. Terus kerapihannya bagus tapi warnanya kurang,” ucap Rayandre.
“Makanya tadi di situ juga sudah saya sampaikan ada point-point penilaian tertinggi diantaranya ada keharmonisan warna atau komposisi warna harus bagus, baik gradasinya, komposisi, dan lain-lainnya. Poinnya yang lebih tinggi 40 persen itu dari keharmonisan warna atau komposisi warna,” tambahnya.
Dia pun berpesan para peserta yang berhasil meraih juara semakin bersemangat untuk terus mengasah bakat dan kemampuan yang dimiliki, namun bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Karena menurutnya, dengan sudah berani mengikuti ajang lomba maka mental anak akan terlatih.
“Saya harap dengan hasil juara ini, orang tua terus mendukung bakat-bakat anaknya yang memang harus terus dieksplor, digali dan dikembangkan ya terutama dengan seni mewarnai ini. Sehingga ke depannya bisa menjadi anak-anak yang maju kreativitasnya, membanggakan kedua orang tuanya dan Kota Depok,” tandasnya.
Dia pun berharap ke depan acara ini bisa menjadi ajang rutin perlombaan mewarnai anak terbesar selanjutnya khususnya di Kota Depok.
“Acaranya keren, ini sebuah terobosan, dan semua orang senang karena banyak macam hadiahnya juga. Jadi saya harap tidak sampai di sini saja ya, mungkin ke depan akan ada event Deps Project berikut-berikutnya. Kalau untuk lomba mewarnai selanjutnya, saya harap sih kategorinya SMP atau lomba mural untuk SMA,” pungkasnya. (Risky)




