Founder Crasher Dorong Peran Pemerintah Tingkatkan Produk Lokal

Redaktur author photo
Founder Crashier Bimo

inijabar.com, Kota Bekasi- CMM Apparel Store yang berlokasi di Jalan Raya Pekayon Nomor 10A, Kota Bekasi, terus mengembangkan lini produknya dengan menghadirkan beragam item fashion. 

Tak hanya kaos, CMM Apparel Store juga menyediakan topi dan tas selempang sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi brand lokal di tengah ketatnya persaingan industri clothing.

Founder Crasher yang juga bertanggung jawab di bidang desain grafis di CMM Apparel Store, Bimo, mengatakan, pengembangan produk dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Di CMM Apparel Store ini kita enggak cuma fokus ke kaos saja, tapi juga ada topi dan tas selempang,” ujar Bimo saat ditemui di outletnya.

Menurut Bimo, penambahan variasi produk tersebut tetap disesuaikan dengan karakter dan identitas brand yang sudah dibangun sejak awal.

“Walaupun produknya nambah, konsepnya tetap kita jaga. Jadi dari desain sampai karakter brand-nya masih satu benang merah,” jelasnya ( 27/1/2026 )

Ia menuturkan bahwa setiap produk yang dihadirkan melewati proses desain yang matang agar tidak kehilangan ciri khas brand lokal.

“Baik itu kaos, topi, atau tas selempang, semuanya kita desain dengan identitas yang jelas. Kita enggak mau asal bikin,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bimo menyebut CMM Apparel Store tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga ruang kreatif bagi brand lokal untuk berkembang.

“Kita pengin CMM ini jadi wadah brand lokal. Jadi bukan cuma jualan, tapi juga tempat berkembang,” katanya.

Menurutnya, keberadaan aksesoris seperti topi dan tas selempang juga bertujuan memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.

“Kadang konsumen datang bukan cuma cari kaos. Ada juga yang nyari aksesoris, makanya kita lengkapi,” ujarnya.

Di sisi lain, Bimo menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pelaku UMKM, khususnya di sektor fashion dan clothing lokal. Ia menilai salah satu kendala utama UMKM saat ini adalah tingginya biaya sewa ruko.

“Kalau bicara UMKM, salah satu masalah besar itu sewa tempat yang mahal,” ucapnya.

Bimo berharap pemerintah dapat hadir melalui kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada UMKM, terutama dalam hal penyediaan tempat usaha dengan biaya terjangkau.

“Harapan saya ada peran pemerintah, mungkin lewat aturan atau kebijakan, supaya UMKM bisa dapat sewa ruko yang lebih murah,” katanya.

Ia menilai, apabila pemerintah mampu mengatur atau memfasilitasi ruang usaha dengan harga terjangkau di lokasi strategis, maka UMKM lokal akan lebih mudah berkembang dan bersaing.

“Bayangkan kalau ruko-ruko itu bisa disewa UMKM dengan harga terjangkau tapi lokasinya strategis. Brand lokal pasti bisa tumbuh,” ujarnya.

Menurut Bimo, dukungan regulasi tersebut akan menjadi dorongan nyata bagi UMKM untuk naik kelas.

“Kalau UMKM dikasih ruang lewat kebijakan yang jelas, kita enggak cuma bertahan, tapi bisa berkembang,” ucapnya.

Ia berharap ke depan ada sinergi nyata antara pemerintah dan pelaku UMKM agar industri kreatif lokal, khususnya clothing, kembali menggeliat.

“Semoga pemerintah bisa lebih mendorong UMKM lewat regulasi yang berpihak. Biar brand lokal makin hidup dan bisa bersaing,” pungkasnya.(firman)

Share:
Komentar

Berita Terkini