![]() |
| Jalan Cipendawa Kelurahan Bojong Menteng Kecamatan Rawalumbu rusak parah ditambah tidak ada penerangan jalan umum (PJU) membuat gelap jalan tersebut akibatnya banyak pengendara motor jatuh. |
inijabar.com, Kota Bekasi- Warga Jalan Raya Cipendawa mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan minim penerangan. Jalan berlubang yang tersebar di sejumlah titik dinilai membahayakan pengguna jalan dan kerap menyebabkan kecelakaan, terutama pada malam hari.
Keluhan tersebut disampaikan Rizki Handoko (30), warga Cipendawa, saat ditemui Selasa (27/1/2026). Ia menyoroti kondisi Jalan Raya Cipendawa, khususnya ruas yang dilalui dari arah Jatiasih menuju Cipendawa.
“Kalau dari arah Jatiasih ke kanan itu banyak lubang, Bang. Kondisinya gelap juga. Saya lihat di situ sudah sering terjadi kecelakaan,” ujar Rizki.
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya bertindak cepat karna keluahan masyarakat lain banyak di media sosial, Pemerintah hatusnya memperhatikan infrastruktur jalan yang rusak dan berisiko tinggi bagi keselamatan masyarakat.
“Ini sudah sangat menghawatirkan dan sangat membahayakan. Kemarin saja ada yang jatuh, itu juga ramai di media sosial,” katanya.
Rizki menilai minimnya penerangan jalan semakin memperparah kondisi tersebut dan meningkatkan potensi kecelakaan maupun tindak kejahatan.
“Di situ penerangannya minim. Gelap. Itu rawan kecelakaan, rawan juga kejahatan. Amit-amit lah,” ucapnya.
Ia mengaku tidak menuntut hal yang berlebihan dari pemerintah, khususnya untuk wilayah Cipendawa, namun berharap adanya perhatian serius terhadap keselamatan warga.
“Saya mah enggak muluk-muluk. Warga Kota Bekasi, khususnya Cipendawa, butuh penerangan jalan. Kalau gelap, aktivitas kejahatan bisa terjadi,” tegas Rizki.
Selain penerangan, ia menyoroti kondisi lubang jalan yang jumlahnya banyak dengan ukuran dan kedalaman yang cukup parah.
“Lubangnya itu bukan satu saja tetapi Banyak cek sendiri aja. Ada yang besar, ada yang dalam. Saya enggak ngukur, tapi kelihatan jelas itu parah dan membahayakan jangan sampai ada korban jiwa dulu baru di berbaiki kaya yang sudah-sudah,” jelasnya.
Ia juga menyayangkan tidak adanya tanda peringatan di titik-titik jalan rusak, sehingga pengendara yang melintas kerap tidak siap menghindari lubang.
“Lubang besar itu seharusnya dikasih tanda. Biar orang yang bukan warga sekitar juga tahu kalau di situ ada lubang ga main-main loh lubang ada yang dapamnya sekitar 20cm lebih lah kalau motor masuk situ apa kaga kebalik itu motor,” ujarnya.
Tak hanya itu, keberadaan kabel-kabel yang semrawut di badan jalan juga dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Kabel-kabel juga banyak yang belum diurus. Kadang putus di tengah jalan. Kita kan enggak tahu itu kabel listrik atau bukan. Mau menghindari kabel, malah kena lubang, jatuh,” kata Rizki.
Ia juga mempertanyakan standar pengerjaan proyek utilitas yang dinilai merusak kondisi jalan.
“Jalannya jadi bergelombang. Standar kerjanya seperti apa sih? Jalan yang tadinya bagus dirusak, ditutup lagi tapi enggak rata,” keluhnya.
Rizki mengatakan, kondisi Jalan Raya Cipendawa hampir setiap malam memakan korban kecelakaan, terutama akibat jalan berlubang dan minimnya penerangan.
“Hampir setiap malam ada saja yang jatuh. Jalannya gelap, lubangnya parah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh, menambah penerangan, serta menertibkan kabel-kabel di sepanjang jalan demi keselamatan warga dan pengguna jalan.
“Ini menyangkut keselamatan warga dan pengguna jalan. Harus segera diurus,” tutup Rizki.




