![]() |
| Masjid Atta Awun |
inijabar.com, Kabupaten Bogor- Kondisi lingkungan Masjid At-Ta’awun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Masjid yang selama ini menjadi ikon jalur wisata Puncak itu dinilai kumuh dan semrawut, terutama di area parkiran dan lingkungan sekitar. Situasi tersebut bahkan memicu kekecewaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Masjid At-Ta’awun yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak era 1990-an sejatinya dirancang sebagai pusat ibadah sekaligus rest area religius bagi masyarakat dan wisatawan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan lemahnya pengelolaan kawasan, mulai dari parkir yang tidak tertib hingga persoalan kebersihan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Faisyal Hermawan menilai, Masjid At-Ta’awun merupakan aset strategis Pemprov Jabar yang seharusnya dikelola secara profesional dan bermartabat.
![]() |
| Anggota DPRD Jabar Ahmad Fasiyal Hermawan |
“Masjid At-Ta’awun itu bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga wajah Jawa Barat di jalur wisata Puncak. Kalau kondisinya kumuh dan parkirnya semrawut, tentu ini mencoreng citra pemerintah daerah,” ujar politisi asal PDIP ini, Selasa (27/1/2026).
Faisyal menegaskan, pengelolaan kawasan masjid, termasuk parkiran, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, orientasi ekonomi tidak boleh mengalahkan fungsi utama masjid sebagai ruang ibadah yang bersih, tertib, dan nyaman.
“Pengelola parkir dan pihak-pihak terkait jangan hanya mengejar pemasukan. Yang utama adalah menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan jamaah. Kalau perlu, Pemprov Jabar mengambil alih dan menata ulang pengelolaannya,” tegasnya.
Ahmad Faisyal juga mendorong adanya koordinasi antara Pemprov Jawa Barat, pemerintah kabupaten, serta pengelola masjid agar tidak terjadi pembiaran yang berlarut-larut.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi Masjid At-Ta’awun yang dinilai tidak mencerminkan nilai religius, kebersihan, dan ketertiban. Ia menyoroti lemahnya pengawasan, termasuk pengelolaan parkiran di kawasan masjid.
"Ya Allah ya Robbi, ngerakeun (malu-maluin),"ungkap Dedi Mulyadi saat sidak ke masjid tersebut.
Pemprov Jabar berencana melakukan penataan ulang kawasan Masjid At-Ta’awun agar kembali menjadi simbol rumah ibadah yang layak, nyaman, dan mencerminkan wajah Jawa Barat yang tertib serta berbudaya.(*)





