Polda Jabar Sebut Total 16 Jenazah Korban Longsor Cisarua Sudah Dievakuasi

Redaktur author photo
Petugas gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor di kaki guning Burangrang Cisarua Bandung Barat

inijabar.com, Bandung Barat- Evakuasi dan identifikasi korban bencana longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian bersama tim terkait.

Petugas gabungan tak berhenti melakukan proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dipastikan identitasnya

Polda Jabar bersama instansi terkait juga terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko.

Hingga Minggu, 25 Januari 2026, jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian bertambah menjadi 16 kantong dan teridentifikasi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan, dari total 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak tujuh korban telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Berdasarkan update data terbaru, jumlah kantong jenazah yang telah dievakuasi sebanyak 16. Dari jumlah tersebut, tujuh korban telah berhasil diidentifikasi, sedangkan sembilan lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra kepada wartawan, Minggu, 25 Januari 2026.

Adapun tujuh korban yang telah teridentifikasi masing-masing yakni Suryana (57), Jajang Tarta (35), Nining (40), Dadang Apung (60), Nurhayati (42), M. Kori (30), serta Lina Lismayanti (43).

Seluruh korban telah dipastikan identitasnya melalui proses identifikasi medis dan forensik yang dilakukan secara menyeluruh oleh tim DVI.

Sementara itu, kantong jenazah yang belum teridentifikasi telah diambil sampel DNA-nya untuk kepentingan pencocokan data dengan keluarga korban.

Untuk sementara, seluruh jenazah tersebut disimpan dan ditangani di RSUD Cibabat guna menjaga kondisi dan kelayakan proses identifikasi lanjutan.

Kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi tersebut tercatat dengan sejumlah kode registrasi DVI, di antaranya PM 062/022/DVI-CSR/006 BP hingga PM 062/022/DVI-CSR/016.

Proses pengumpulan data ante mortem dari pihak keluarga korban juga terus dilakukan guna mempercepat pencocokan identitas.

Kombes Pol. Hendra menegaskan bahwa seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara teliti dan profesional dengan melibatkan tenaga medis, ahli forensik, serta dukungan teknologi modern.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan hasil identifikasi sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam penanganan korban bencana.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga. Proses identifikasi dilakukan secara cermat agar hasilnya akurat dan bermartabat, sehingga keluarga dapat segera memperoleh kepastian,” katanya.

Selain fokus pada penanganan korban meninggal dunia, Polda Jawa Barat juga memberikan perhatian terhadap kondisi para pengungsi yang terdampak bencana.

Sejumlah pos pelayanan kesehatan telah didirikan di lokasi pengungsian untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan medis yang layak.

Hendra menyatakan, kehadiran pos kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pascabencana.

Petugas medis disiagakan untuk menangani keluhan kesehatan para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Ini bagian dari upaya mendukung pemulihan kondisi masyarakat pascabencana,” tandasnya.(novi)




Share:
Komentar

Berita Terkini