![]() |
| Anggota DPRD Jabar Ahmad Faisyal Hermawan |
inijabar.com, Bandung Barat – Wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terkait relokasi warga di wilayah rawan bencana Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mendapat respons dari DPRD Jawa Barat. Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan, menyatakan pihaknya pada prinsipnya mendorong rencana tersebut, namun dengan sejumlah catatan penting.
Ahmad Faisyal menegaskan, relokasi warga yang bermukim di kawasan rawan longsor dan banjir bandang perlu dilakukan demi keselamatan, namun tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa dan sepihak.
“Secara prinsip kami mendorong wacana relokasi warga Cisarua karena keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetapi relokasi harus dilakukan dengan perencanaan matang dan melibatkan warga sejak awal,” kata Ahmad Faisyal, Senin (27/1/2026).
Menurutnya, pemerintah provinsi perlu memastikan lokasi relokasi benar-benar layak huni, aman dari risiko bencana, serta dilengkapi dengan infrastruktur dasar seperti akses jalan, air bersih, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Relokasi jangan hanya memindahkan masalah. Warga harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan menjamin keberlanjutan hidup mereka, termasuk akses pekerjaan dan ekonomi,” ujarnya.
Ahmad Faisyal juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan aspek sosial dan kultural masyarakat setempat. Ia menilai, pendekatan persuasif jauh lebih efektif dibandingkan kebijakan yang bersifat memaksa.
“Pemerintah harus mengedepankan dialog. Jangan sampai relokasi justru menimbulkan konflik sosial atau ketidakadilan baru bagi masyarakat kecil,” tegasnya.
Pihaknya, kata Faisyal, akan terus mengawal rencana tersebut agar kebijakan relokasi benar-benar berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melempar wacana relokasi warga yang tinggal di kaki gunung Burangrang di Kecamatan Cisarua, menyusul kejadian longsor yang menelan korban jiwa dan merusak permukiman. Wacana tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.(*)




