![]() |
| Para siswa SMKN 7 Bandung saat mengikuti kompetisi cerdas cermat berbahasa Inggris |
inijabar.com, Kota Bandung- Kompetisi cerdas cermat berbahasa Inggris bertajuk “MAXIM WOIZ: English Brain Game” untuk pertama kalinya digelar di Bandung dan langsung menyedot perhatian ratusan pelajar SMK. Ajang yang diinisiasi oleh Maxim bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini berlangsung di SMK Negeri 7 Bandung.
Sebanyak 216 peserta dari 40 SMK se-Bandung Raya terlibat dalam kompetisi yang menguji kemampuan berpikir kritis, wawasan umum, serta kecakapan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Palembang, dan Makassar.
Head of Subdivision Maxim Bandung, Harry Purwanto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap pengembangan generasi muda.
“Melalui kompetisi ini, Maxim ingin mendorong semangat belajar dan membangun rasa percaya diri siswa melalui konsep lomba yang lebih seru. Kami meyakini anak-anak memiliki potensi luar biasa jika diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah VII, Siti Sadiah Yuningsih, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kompetisi ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mencetak generasi unggul.
“Kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini. Ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari BNN Kota Bandung. Ketua tim pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, Gini Windiasari, menegaskan pentingnya lingkungan positif bagi pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi para peserta. BNN akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan generasi muda berkembang tanpa narkoba,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dan aparat, termasuk perwakilan kepolisian serta organisasi kepala sekolah dan guru SMK di Kota Bandung.
Kompetisi berlangsung dengan antusias tinggi. Para peserta berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat, sekaligus menunjukkan kemampuan komunikasi yang baik di hadapan dewan juri. Selain meningkatkan kapasitas akademik, ajang ini juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan daya saing pelajar di tingkat global.(ali)



