FKLPID Jabar Targetkan 1.000 Alumni BLK Kerja di Jepang hingga Korea

Redaktur author photo
FKLPID Jabar berfoto bersama usai giat acara digelar.

inijabar.com, Kota Bekasi - Masalah ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan pelatihan, dengan kebutuhan industri masih menjadi tantangan besar ketenagakerjaan di Indonesia.

Guna menekan angka pengangguran terbuka, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, kini membidik pasar kerja internasional.

Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menyatakan bahwa pihaknya tengah serius menggarap program penempatan luar negeri, bagi para alumni Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami menargetkan 1.000 alumni dapat terserap di luar negeri seperti Jepang, Brunei Darussalam, dan Korea pada tahun 2026 ini,” ujar Benny di sela acara sosialisasi dan walk-in interview di BLK Kompetensi, Bekasi Timur, Rabu (22/4/2026).

Benny menjelaskan, fenomena kelebihan pasokan (oversupply) pencari kerja saat ini, tidak hanya datang dari lulusan SMK, tetapi sudah bergeser ke lulusan perguruan tinggi. Oleh karena itu, standardisasi kompetensi di BLK menjadi kunci utama.

“Sosialisasi dan rekrutmen ini kami prioritaskan kepada BLK kabupaten dan kota di Jawa Barat. Targetnya adalah menempatkan para alumni, dengan kompetensi yang memang dibutuhkan perusahaan mitra kami yang telah memiliki job order di luar negeri,” tuturnya.

Menurutnya, salah satu bidang yang paling diminati dan memiliki serapan tinggi di pasar internasional saat ini, adalah keahlian pengelasan (welding).

Meski fokus pada penempatan luar negeri, Benny menekankan pentingnya evaluasi kurikulum pelatihan di dalam negeri. Selama ini, banyak pelatihan yang belum sinkron dengan kebutuhan industri yang dinamis.

“Kita harus mengubah pola pelatihan dari yang sekadar education-driven menjadi market-driven. Harus ada ekosistem yang kuat antara pelatihan, industri, dan pasar kerja agar tidak tercipta pengangguran baru,” papar Benny.

Sementara itu, terkait kendala biaya keberangkatan yang sering dikeluhkan calon pekerja migran, Direktur PT Timurraya Jaya Lestari, Agus Hermawan, memberikan solusi berupa kemudahan pembiayaan bagi peserta yang kompeten.

“Para alumni BLK memiliki kesempatan bekerja ke luar negeri, khususnya ke Brunei Darussalam, dengan dukungan dana talangan dari lembaga pembiayaan dan perusahaan,” tegas Agus.

Ia menambahkan, bahwa proses rekrutmen dilakukan secara cepat agar para pencari kerja segera mendapatkan kepastian, terutama setelah melakukan walk in interview.

“Seluruh peserta setelah sosialisasi langsung dilakukan walk-in interview. Untuk selanjutnya, mereka tinggal melaksanakan pelengkapan dokumen dan pemeriksaan medis (medical check-up),” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan tawaran beasiswa kuliah di STMIK Pranata, sebagai bagian dari penguatan aspek akademis selain keterampilan teknis (hard skill) yang mereka miliki. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini