Hari Bumi 2026, Alfamart Tanam Ribuan Pohon Mangrove di Muara Gembong

Redaktur author photo
Alfamart tanam pohon mangrove di Muara Gembong Bekasi

inijabar.com, Bekasi -  Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap tahun pada 22 April, dirayakan Alfamart dengan aksi penanaman pohon mangrove di wilayah terdampak abrasi pantai, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru baru ini.

Pada momentum ini sebanyak 3.000 pohon jenis mangrove ditanam di kawasan tersebut. Setelah sebelumnya Alfamart pada tahun 2024 telah menanam 25.000 pohon mangrove di lokasi yang sama, sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Budi Santoso, mengatakan pelestarian mangrove ini menjadi langkah penting dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus melindungi kawasan dari ancaman abrasi.

“Pelestarian hutan mangrove sangat penting sebagai benteng alami untuk menahan abrasi yang dapat mengancam permukiman warga. Upaya ini bukan yang pertama, dan telah kami lakukan juga di beberapa wilayah lainnya,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Selain itu, Budi menegaskan kegiatan ini juga bukan sekadar seremonial melainkan kelanjutan dari penanaman sebelumnya. Sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan terutama masyarakat setempat.

“Kami juga melibatkan kelompok tani setempat dalam proses penanaman. Dengan begitu, tidak hanya memberikan dampak ekologis, tetapi juga manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi dinilai tepat untuk lokasi penanaman mangrove. Karena telah lama menghadapi persoalan abrasi yang menyebabkan berkurangnya daratan dan hilangnya permukiman warga akibat tingginya permukaan air laut.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alipbata, Sonhaji menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan dengan Alfamart dalam upaya rehabilitasi hutan mangrove.

“Penanaman ini diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem mangrove. Sekaligus melindungi wilayah pesisir dari abrasi, terutama di area permukiman warga,” kata Sonhaji.

Dia mengungkapkan berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bekasi, sepanjang 1988 hingga 2022 telah terjadi perubahan garis pantai di 13 zona wilayah Kecamatan Muara Gembong. Delapan zona diantaranya mengalami abrasi seluas 2.463,3 hektare, sementara lima zona lainnya mengalami penambahan daratan seluas 317,9 hektare.

Mengenai riwayat lahan, warga setempat pun menuturkan, diketahui wilayah ini dahulunya merupakan kawasan permukiman padat dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petambak dan nelayan. Namun, kata dia akibat abrasi yang terus-menerus akhirnya banyak warga terpaksa harus meninggalkan rumah mereka karena rusak dan tenggelam.

Komitmen Alfamart dalam menjaga lingkungan tak hanya sekadar melalui penanaman mangrove. Perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan lainnya, seperti penggunaan energi bersih melalui panel surya, penyediaan fasilitas pengelolaan limbah rumah tangga, UCOllect Box, E-Waste Reverse Vending Machine, Waste Station, serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah gerai. (Risky)

Share:
Komentar

Berita Terkini