![]() |
| Acara Forbiscab yang dilaksanakan HIPMI Kota Bekasi |
inijabar.com, Kota Bekasi - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi, menegaskan kesiapannya menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Melalui penguatan kolaborasi internal, HIPMI membidik peran yang lebih besar dalam ekosistem investasi di Kota Patriot.
Komitmen ini ditegaskan dalam Forum Bisnis Cabang (FORBISCAB) yang digelar di Hotel Horison Ultima, Bekasi Selatan, sebagai rangkaian dari DIKLATCAB dan RAKERCAB BPC HIPMI Kota Bekasi, yang dihadiri sekitar 150 pengusaha muda.
Turut hadir Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang memberikan tantangan terbuka bagi para pengusaha muda di Kota Bekasi, untuk lebih terlibat aktif dalam proyek-proyek strategis pemerintah.
"Saya ingin HIPMI Kota Bekasi mampu berkontribusi nyata. Saya lihat beberapa kali melakukan lelang investasi, rasanya nama-nama pengusaha ini belum muncul. Kemarin saya lelang pengelolaan stadion, ternyata tidak ada orang Bekasi yang ingin investasi," ujar Tri dalam sambutannya, Sabtu (25/4/2026).
Padahal, menurut Tri, potensi ekonomi lokal sangat besar. Ia mencontohkan sektor parkir di kawasan stadion saja diproyeksi bisa menghasilkan Rp 8 miliar per tahun.
"Jangan sampai yang ngerjain proyek di Bekasi orang luar daerah, perusahaannya di sana, dan bayar pajaknya di tempat mereka usaha. Saya dorong pengusaha yang NPWP-nya Bekasi agar uangnya balik lagi ke Kota Bekasi," ungkapnya.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menyatakan bahwa agenda ini merupakan momentum bagi pengusaha muda untuk meningkatkan kapasitas diri (upgrade skill).
Farah menekankan, bahwa kunci utama menghadapi dinamika ekonomi saat ini adalah kemampuan adaptasi dan inovasi. Menurutnya, pengusaha tidak boleh pasif melihat situasi pasar.
"Kita sebagai pengusaha wajib menyadari situasi. Kalau dirasa ekonomi sedang turun, kita harus cek apa yang kurang dari kita sebagai business owner. Apakah dari segi promosi atau kualitas produk," ucap Farah.
Ia menambahkan, pengusaha yang gagal beradaptasi dengan kondisi terkini akan sulit bertahan. Terutama dengan kondisi ekonomi yang terus berkembang.
"Jika kita tidak bisa beradaptasi, pasti akan chaos. Itulah mengapa di HIPMI kami fokus mengupgrade ilmu dan kualitas," tuturnya.
Selain penguatan internal, BPC HIPMI Kota Bekasi juga memfokuskan program kerjanya pada pendampingan UMKM lokal. Hal ini dilakukan agar visi pengusaha muda, selaras dengan rencana pembangunan pemerintah daerah.
"Banyak UMKM di Kota Bekasi yang butuh pendampingan, pembiayaan, hingga literasi bisnis. Kami ingin membantu mereka naik level. Di HIPMI ada bidang khusus UMKM yang punya program kerja untuk itu," jelas Farah.
Farah berharap, sinergi yang dijalin dengan Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya berhenti pada tataran seremonial. Ia ingin setiap kolaborasi yang disepakati, memberikan dampak nyata bagi ekosistem bisnis.
"Saya berharap semua kegiatan HIPMI menjadi implementasi yang sesuai dengan visi misi Bapak Wali Kota. Kita ingin menciptakan manfaat nyata bagi seluruh pengusaha muda di Bekasi," pungkasnya.
Saat ini, keanggotaan BPC HIPMI Kota Bekasi terus berkembang pesat, dari 55 orang kini telah mencapai 102 pengurus aktif. Lewat FORBISCAB ini, diharapkan lahir program kerja strategis yang mampu memperkuat ekonomi lokal yang adaptif dan berdaya saing. (Pandu)



