Jabar Juara Utang Pinjol 2025 Tembus Rp23,94 Triliun, Pengamat Ekonomi Bilang Begini

Redaktur author photo
Pengamat Ekonomi dan Perbankan M.Syarif Perangin-angin

inijabar.com, Kota Bandung- Data terbaru (OJK) mencatat Provinsi menjadi wilayah dengan total utang pinjaman online (pinjol) terbesar secara nasional. Nilainya mencapai Rp23,94 triliun per Desember 2025, menempatkan Jabar di posisi teratas dalam akumulasi kredit fintech lending.

Lonjakan ini tidak terjadi tanpa sebab. Tingginya populasi produktif di Jawa Barat, termasuk kawasan penyangga ibu kota seperti dan , menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya penetrasi layanan pinjol. 

Kemudahan akses, proses cepat, serta minimnya persyaratan membuat pinjaman online menjadi solusi instan bagi masyarakat yang membutuhkan dana segar.

Namun di balik kemudahan tersebut, tersimpan potensi risiko yang besar. Pengamat Ekonomi dan Perbankan Muhammad Syarif Perangin-angin menilai tingginya angka pinjol mencerminkan tekanan ekonomi rumah tangga kelas menengah ke bawah.

Kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, serta terbatasnya akses ke kredit perbankan formal mendorong masyarakat beralih ke layanan pinjol, termasuk yang berbunga tinggi.

“Angka Rp23,94 triliun ini bukan sekadar statistik, tapi sinyal adanya ketergantungan pembiayaan jangka pendek yang berisiko,” ujar Syarif. Jumat (24/4/2026)

Ia menambahkan, tanpa literasi keuangan yang memadai, masyarakat rentan terjebak dalam siklus utang berulang.

Syarif mengatakan, OJK sendiri terus mengingatkan masyarakat untuk hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan berizin resmi. 

Selain itu, penguatan edukasi keuangan dinilai menjadi kunci untuk menekan laju pertumbuhan utang digital yang kian masif.

Di sisi lain, kata Syarif, pemerintah daerah diharapkan tidak tinggal diam. 

"Perlu ada intervensi kebijakan yang mendorong akses pembiayaan yang lebih sehat dan terjangkau, terutama bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat berpenghasilan rendah,"tuturnya.

Dengan tren yang terus meningkat, fenomena pinjol di Jawa Barat kini menjadi sorotan serius. Jika tidak diantisipasi, lonjakan utang ini berpotensi menimbulkan dampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga dan daerah.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini