![]() |
| Ilustrasi |
inijabar.com, Kota Bandung - Ketidakpastian anggaran mulai membayangi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. mengaku hingga kini belum mendapat respons formal dari terkait permohonan dialog yang telah diajukan.
Ketua KONI Jabar, Budiana secara terbuka menyampaikan kegelisahannya. Ia menyebut, persiapan yang dijadwalkan berlangsung November mendatang kini tersendat akibat belum jelasnya aliran dana hibah.
“Terus terang saja kendala yang kami hadapi ada pada posisi anggaran melalui dana hibah yang kami terima,” ujar Budiana.
Menurutnya, kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi memang berdampak luas, termasuk pada sektor olahraga. Di sisi lain, ia memahami fokus Gubernur Jawa Barat saat ini lebih tertuju pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran air, kesehatan, dan pendidikan.
Namun begitu, Budiana menegaskan bahwa olahraga juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Saya tidak ingin ada friksi antara pemerintah daerah dengan KONI. Yang kita butuhkan adalah pemahaman bersama bahwa event ini sangat penting bagi masa depan olahraga,” tegasnya.
Budiana pun secara langsung meminta Dedi Mulyadi membuka ruang dialog.
“Mari kita duduk bersama, terima kehadiran kami. Rasanya kami di Jawa Barat tidak punya kesalahan,” ucapnya.
Tak hanya di tingkat provinsi, dampak pengetatan anggaran juga dirasakan di daerah. Sejumlah KONI kabupaten/kota di Jawa Barat mengalami penurunan bantuan hibah.
Kondisi ini memicu keluhan dari para atlet dan pengurus cabang olahraga yang tengah bersiap tampil di ajang Porprov yang akan digelar di Kota Bekasi, Depok, dan Bogor.
Jika kebuntuan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pesta olahraga terbesar di Jawa Barat itu terancam berjalan tidak maksimal atau bahkan meninggalkan beban besar bagi atlet yang seharusnya menjadi ujung tombak prestasi daerah.(novi)



