Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA, Dedi Mulyadi: Persib Bukan Alat Politik

Redaktur author photo
Soanduk bertuliskan Shut Up (Diam) KDM yang dibentangkan di satdion GBLA saat pertandingan Persib Vs Arema

inijabar.com, Kota Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara menanggapi tudingan dari sebagian pendukung Persib Bandung yang menilai dirinya telah mempolitisasi klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

Pernyataan itu mencuat setelah muncul spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” yang terbentang di tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat laga Persib melawan Arema FC, yang berakhir imbang 0-0.

Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan bahwa sejak awal dirinya berkomitmen menjaga profesionalisme Persib sebagai klub sepak bola.

“Persib itu klub profesional. Maka tidak boleh dibawa ke arah politik, saya perlihatkan sikap itu dari dulu,” ujar Dedi.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan menggunakan anggaran negara, baik dari APBN maupun APBD, untuk kepentingan yang berkaitan dengan Persib.

“Pemprov Jabar tidak boleh menggunakan alokasi anggaran pemerintah yang berkaitan dengan Persib. Andaikan ada bonus, itu bukan dari pemerintah. Kita hormati profesionalismenya. Tidak boleh ada kaitannya dengan APBN, APBD, dan tidak boleh ada kaitan APBD dengan politik,” tegasnya. Sabtu (25/4/2026)

Kemunculan spanduk tersebut menjadi simbol kegelisahan sebagian Bobotoh sebutan bagi pendukung Persib yang merasa klub kesayangannya mulai terseret dalam dinamika politik.

Meski begitu, Dedi memastikan posisinya tetap konsisten: menjaga jarak antara kekuasaan dan sepak bola, serta memastikan Persib tetap berdiri sebagai entitas profesional yang independen dari kepentingan politik mana pun.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini