Spanduk 'Shut Up KDM' Picu Perang di Medsos Bobotoh vs Pendukung KDM

Redaktur author photo
Spanduk bobotoh Persib yang dibentangkan saat gelaran Persib Vs Arema yang berkesudahan imbang 0-0. Spanduk bertuliskan 'Shut Up KDM' (Diam KDM) dinilai sebagai ekspresi agar KDM jangan bawa Persib ke ranah politik.

inijabar.com, Kota Bandung - Atmosfer panas tak hanya terasa di dalam stadion (GBLA), tapi juga merembet liar ke jagat media sosial. Munculnya spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” menjadi pemantik konflik terbuka antara pendukung atau Bobotoh dengan kelompok pendukung tokoh yang dijuluki “Bapak Aing”.

Spanduk kontroversial itu sontak memecah suasana. Sebagian Bobotoh menilai pesan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap sosok (KDM) yang dianggap terlalu sering mengaitkan diri dengan Persib. Namun di sisi lain, pendukung KDM tidak tinggal diam. 

Mereka balik menyerang narasi tersebut, menyebut kritik itu berlebihan dan tidak menghargai figur publik yang dinilai peduli pada klub kebanggaan Jawa Barat itu.


Perang opini pun tak terelakkan. Di berbagai platform, komentar pedas saling bersahutan. Ada yang menegaskan bahwa Persib harus steril dari kepentingan politik, namun ada pula yang justru melihat kedekatan tokoh publik dengan klub sebagai hal wajar, bahkan menguntungkan secara popularitas.

Cuplikan percakapan warganet yang beredar memperlihatkan polarisasi semakin tajam. Sebagian menyuarakan bahwa prestasi Persib tak serta-merta berdampak pada kesejahteraan rakyat kecil, sementara lainnya menilai dukungan terhadap klub tetap memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Situasi ini memperlihatkan satu hal: Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol identitas yang sensitif disentuh isu apa pun, termasuk politik. Ketika batas itu dilanggar, reaksi keras pun tak terhindarkan.

Hingga kini, polemik belum mereda. Justru, api perdebatan semakin membesar, menandakan bahwa rivalitas opini antara Bobotoh dan pendukung KDM masih jauh dari kata usai.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini