Tekan Pengangguran, Talent and Innovation Hub Bekasi Fasilitasi Hilirisasi Riset

Redaktur author photo
Rapat BPKK Bekasi bersama FKLPID Jabar untuk program Talent and Innovation Hub.

inijabar.com, Kota Bekasi - Tingginya angka pengangguran dan kesenjangan kompetensi talenta lokal, masih menjadi tantangan di Jawa Barat. Menjawab isu ini, Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, menghadirkan Talent and Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem kolaboratif.

Program yang akan diluncurkan pada Selasa, 28 April 2026 tersebut bertujuan menghubungkan talenta, inovasi, dan industri, untuk mencetak SDM yang siap kerja dan adaptif.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, Benny Tunggul, menegaskan pentingnya menjembatani riset akademis ke dunia industri. Menurutnya, inovasi harus memiliki nilai komersial untuk menciptakan lapangan kerja baru.

"Kolaborasi ini bertujuan mendorong komersialisasi inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri. Target kami adalah menciptakan jenis pekerjaan baru guna menurunkan angka pengangguran," ujar Benny Tunggul di lokasi, Senin (27/4/2026).

Melalui dukungan FKLPID Jabar, TIH memfasilitasi lima inovasi dari penelitian perguruan tinggi yang sudah diterapkan industri, yaitu:

1. Digital & AI: Fokus pada program magang dan analisis industri.

2. Zero Waste: Inovasi ramah lingkungan untuk industri fesyen.

3. Drone: Untuk sektor pertanian, pemetaan, dan transportasi udara.

4. Robotic Welding: Otomasi untuk industri otomotif.

5. Pendingin Non-Freon: Teknologi hemat energi yang ramah lingkungan.

Selain teknologi, program tersebut juga merangkul kelompok disabilitas. Sebanyak 20 penyandang disabilitas dari Bekasi, dilibatkan dalam pelatihan bersama International Labour Organization (ILO).

Sementara itu, Kepala BPKK Bekasi, Dini Antari Widiyaningsih, menyebut TIH juga menyediakan program persiapan kerja bagi mahasiswa dan SMK, serta pelatihan bagi UMKM.

"Perlu penguatan ekosistem inovasi yang inklusif dengan melibatkan lintas stakeholder. Program ini didukung penuh oleh ILO dan akan diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli," tutur Dini.

Melalui integrasi yang solid antara pendidikan dan industri, diharapkan lahir talenta-talenta unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Dengan dukungan penuh dari berbagai stakeholder dan lembaga internasional, Bekasi kini bersiap menjadi pusat transformasi industri kewirausahaan, yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini