Warga Jatiasih Belajar Urus Jenazah, Kupas Tuntas Syariat dan Tradisi

Redaktur author photo
Foto bersama para peserta pelatihan pemulasaraan jenazah usai acara.

inijabar.com, Kota Bekasi - Minimnya regenerasi petugas pemulasaraan jenazah di lingkungan masyarakat, seringkali menjadi kendala saat warga menghadapi musibah kematian. Tak jarang, proses pengurusan jenazah justru lebih didominasi oleh tradisi turun-temurun, yang belum tentu sejalan dengan kaidah agama yang sahih.

Menanggapi isu tersebut, puluhan warga dari RW 011 dan RW 012 Villa Jatirasa, mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bertajuk 'Antara Syariat dan Tradisi', yang berlangsung khidmat di Masjid Al Muhajirin, Perumahan Villa Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (26/4/2026).

Acara yang disponsori oleh Barzah Dompet Dhuafa itu digelar secara gratis, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Para peserta tidak hanya dibekali teori fiqh, tetapi juga praktik langsung memandikan hingga mengkafani jenazah.

Salah satu pemateri yaitu Ustaz Handoko menjelaskan, pesan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan kepercayaan diri bagi setiap muslim, agar mampu mengurus jenazah keluarganya sendiri sesuai tuntunan nabi.

"Kami ingin meluruskan pemahaman warga, agar tidak terjebak pada tradisi yang justru mempersulit prosesi pengurusan jenazah. Intinya, pemulasaraan itu harus cepat, tepat, dan sesuai syariat. Jangan sampai warga merasa takut atau bingung karena merasa itu hanya tugas orang tua saja," ujar Ustaz Handoko selepas acara.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik dimulai. Panitia menyiapkan perlengkapan lengkap, agar peserta memahami detail cara melipat kain kafan hingga teknik memandikan jenazah dengan adab yang benar, terutama dalam hal menjaga privasi atau aurat jenazah.

Sementara itu, Ustaz Agus Haryanto, pemateri lainnya mengatakan, materi yang disampaikan mencakup fiqh pemulasaraan jenazah secara mendalam. Ia menekankan pentingnya adab dalam setiap tahapan, mulai dari saat kematian terjadi hingga jenazah siap diberangkatkan ke pemakaman.

"Banyak yang masih bingung membedakan mana yang murni syariat dan mana yang hanya tradisi tambahan. Di sini kita bedah tuntas agar warga mandiri. Harapannya, setiap rumah tangga setidaknya memiliki satu orang yang paham tata cara ini, sehingga jika ada musibah, keluarga bisa mengurus secara mandiri dengan penuh kasih sayang," jelas Ustaz Agus.

Pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin pun menyambut positif pelatihan ini. Budi Darmanto, salah satu pengurus amil zakat, mengungkapkan bahwa kegiatan itu menjadi solusi mendesak, atas kebutuhan tenaga pemulasaraan di lingkungan Villa Jatirasa.

"Kami para jamaah merasakan manfaat yang sangat besar. Ini sangat membantu kami untuk segera melakukan regenerasi tim pemulasaraan jenazah yang sudah ada saat ini," kata Budi.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak sponsor, yang telah memberikan pelatihan secara cuma-cuma namun berkualitas.

"Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan tim Barzah Dompet Dhuafa, atas pemberian training yang sangat bermanfaat ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi yang telah menularkan skill, teknik, plus pengalamannya kepada kami," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader baru yang kompeten. Dengan adanya pelatihan ini, warga Villa Jatirasa kini memiliki bekal ilmu yang kuat, untuk menjalankan kewajiban kifayah tersebut dengan lebih profesional. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini