![]() |
| Rapat Kerja LPM Kota Bekasi. |
inijabar.com, Kota Bekasi - Setelah sempat vakum sejak tahun 2015, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bekasi kini kembali bangkit. Organisasi ini langsung tancap gas menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Horison Bekasi, Selasa (14/7/2026), guna mengurai sumbatan komunikasi dan konflik internal yang kerap terjadi di tingkat akar rumput.
Raker yang mengusung tema 'Penguatan Peran dan Fungsi LPM Dalam Mewujudkan Bekasi Keren' itu, difokuskan untuk membangun kembali sinergi yang sempat terputus antara LPM kelurahan, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), dan pihak kelurahan.
Sekretaris LPM Kota Bekasi, Acep Supandi, mengungkapkan bahwa pembentukan kembali kepengurusan tingkat kota ini didasari atas keprihatinan terhadap kondisi di lapangan. Menurutnya, kepengurusan tingkat kota terakhir kali aktif pada 2015.
"Kami melihat banyak kendala di teman-teman LPM kelurahan, bagaimana mereka tidak bersinergi dengan BKM maupun lurah. Dengan adanya raker ini, kami ingin mengembalikan marwah LPM Kota Bekasi sesuai undang-undang, agar tetap eksis dan tidak ada lagi keluhan dari kelurahan karena tidak dilibatkan," ujar Acep.
Hal senada disampaikan oleh Ketua LPM Kota Bekasi, Wahyu BK. Ia membenarkan bahwa organisasi yang dipimpinnya sempat 'tidur' selama 11 tahun. Momentum raker ini menjadi titik balik bagi LPM, untuk turun langsung ke wilayah-wilayah.
"Mulai saat ini, seluruh kelurahan ayo sama-sama membangun wilayah masing-masing, tidak boleh sendiri-sendiri. Kami sudah merancang program jangka pendek, per kecamatan kami akan datang dan mengumpulkan para lurah serta LPM kelurahan, untuk duduk bareng mengurai masalah komunikasi," kata Wahyu.
Wahyu menambahkan, fokus LPM ke depan tidak hanya terbatas pada pengawasan infrastruktur fisik, melainkan juga menyasar pada pembangunan mental masyarakat, melalui berbagai program pelatihan pemuda dan pemberdayaan warga.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut baik diaktifkannya kembali fungsi kolektif kolegial LPM. Tri menegaskan bahwa LPM adalah mitra strategis pemerintah daerah, yang berada di garda terdepan dalam menggerakkan potensi masyarakat.
"Pemerintah kota berharap LPM menjadi mitra strategis bersama para lurah, camat, dan RW. Dalam konteks menuju visi Kota Bekasi yang keren, masyarakat harus sejahtera dan nyaman," tutur Tri.
Tri juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan simplifikasi program antara LPM dan BKM, agar tidak terjadi duplikasi anggaran, mengingat kemampuan APBD yang terbatas.
Pemerintah berharap LPM mampu berkolaborasi dengan unsur pemberdayaan lain, seperti Posyandu dan PKK, untuk mewujudkan target Bekasi sebagai Kota Sehat dan Kota Layak Anak.
Rapat kerja ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru LPM Kota Bekasi, untuk menjalankan fungsi perencanaan dan pengawasan secara optimal, sekaligus memastikan roda pembangunan di tingkat kelurahan berjalan harmonis. (Pandu)



