Sambut Murid Baru, SDN Margahayu XVIII Bekasi Terapkan Konsep MPLS Ramah

Redaktur author photo
SDN Margahayu XVIII saat menggelar MPLS 2026/2027 di sekolah.

inijabar.com, Kota Bekasi - Implementasi lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari tekanan psikologis mulai diwujudkan sejak hari pertama masuk sekolah.

Langkah tersebut krusial dilakukan, guna memutus mata rantai praktik perundungan (bullying), serta menciptakan ruang adaptasi yang menyenangkan bagi peserta didik baru pada masa transisi akademis mereka.

Kepala SDN Margahayu XVIII Kota Bekasi, Cece Durahman, angkat bicara mengenai komitmen institusinya, dalam mengawal masa orientasi siswa tersebut.

Pihaknya memastikan, bahwa seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dipantau ketat, agar ramah terhadap psikologis anak.

"Kami ingin setiap anak merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tidak boleh ada tekanan," ujar Cece saat ditemui di sela kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, Senin (13/7/2026).

Cece mengonfirmasi bahwa agenda pengenalan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026 itu, sengaja dikemas lewat metode yang humanis dan edukatif.

Melalui tema 'Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah'  pihak manajemen bertekad mengeliminasi segala bentuk aktivitas fisik yang mengarah pada senioritas.

"Ketika mereka merasa dihargai sejak hari pertama, rasa percaya diri akan tumbuh. Hal itu akan menjadi bekal paling penting dalam proses belajar mereka ke depan," kata Cece menjelaskan hubungan antara kenyamanan emosional dan performa akademik anak.

Sejak pagi hari, antusiasme ratusan murid kelas satu yang datang didampingi orang tua memang sudah disambut hangat oleh jajaran guru di halaman sekolah. Pembukaan masa orientasi tersebut ditandai secara simbolis, lewat pelepasan balon ke udara serta penyematan tanda peserta didik.

"Pelaksanaan MPLS di sekolah ini juga diperkuat dengan keterlibatan unsur akademis luar, melalui kedatangan 11 mahasiswa dari Universitas Kusuma Negara," ungkapnya.

Para mahasiswa yang tengah menjalankan Program Pengalaman Lapangan (PPL) tersebut diterjunkan langsung, untuk membantu proses adaptasi para siswa.

"Selama dua bulan ke depan, para calon pendidik ini dijadwalkan bersinergi dengan guru kelas guna menyisipkan permainan edukatif. Skema permainan kelompok tersebut dirancang khusus untuk melatih kreativitas, komunikasi, serta kerja sama tim antar-murid baru," jelas Cece.

Melalui pendekatan yang terstruktur ini, SDN Margahayu XVIII berharap dapat melahirkan ekosistem belajar yang sehat dari tingkat dasar. Pengenalan budaya positif sejak dini dipercaya menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan kompetitif. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini