Miris! Kelas SDN 1 Kersamanah Garut Disangga Bambu, Atap Bolong Ditutup Balon

Redaktur author photo
Atap kelas  di SDN 1 Kersamanah Garut disanggah bambu dan balon

inijabar.com, Garut – Kondisi ruang kelas 1 di SD Negeri 1 Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, memprihatinkan. Bangunan yang sudah lapuk membuat ruang kelas tersebut harus disangga menggunakan batang bambu agar tetap berdiri.

Ironisnya, kondisi tersebut disebut telah berlangsung lebih dari satu tahun. Selain struktur bangunan yang rapuh, bagian atap yang berlubang bahkan ditutupi balon agar kerusakan tidak terlalu terlihat.

Warga Desa Kersamanah, Iwa Herwana, mengaku khawatir terhadap keselamatan para siswa yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tersebut.

"Sudah lebih dari satu tahun ruang kelas 1 ini ditahan menggunakan bambu karena kayu penyangga dan atapnya sudah rapuh. Kami meminta Pemerintah Kabupaten Garut dan Dinas Pendidikan segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sekolah agar segera dibangun atau direhabilitasi. Ini fasilitas pendidikan, bukan tempat bermain," ujar Iwa, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, kerusakan bangunan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Ia berharap perbaikan dapat direalisasikan pada tahun ini atau paling lambat tahun depan agar proses belajar mengajar berlangsung dengan aman dan nyaman.

"Balon yang terlihat di langit-langit itu bukan hiasan, melainkan untuk menutupi bagian atap yang bolong. Kalau terus dibiarkan tentu sangat berbahaya," katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Kersamanah, Isop Sopiah, berharap Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Pendidikan segera melakukan peninjauan dan mengalokasikan anggaran rehabilitasi.

"Kami berharap pemerintah segera datang melihat kondisi sekolah ini. SDN 1 Kersamanah merupakan salah satu sekolah favorit di wilayah Kersamanah. Sangat disayangkan jika ruang kelasnya berada dalam kondisi seperti ini. Mudah-mudahan segera diperbaiki agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman," ujarnya.

Warga berharap kondisi ruang kelas yang rusak berat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan.(ujang)

Share:
Komentar

Berita Terkini