Parkir Liar Sekolah Penuai Dituding Biang Macet Jalur Alternatif Cibubur Tiap Pagi

Redaktur author photo
Kendaraan yang diparkir hingga memakan setengah jalan.

inijabar.com, Kota Bekasi - Praktik parkir liar kendaraan roda empat di bahu jalan raya, terus menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas di jalur penghubung antarwilayah.

Lemahnya pengawasan dan ketiadaan tindakan tegas dari otoritas terkait, membuat fasilitas umum tersebut kerap dialihfungsikan, menjadi kantong parkir pribadi yang merugikan keselamatan pengguna jalan lain.

Sengkarut kemacetan musiman tersebut, seperti menjadi menu harian pengguna jalan di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Kendaraan roda empat milik para pengantar dan pengunjung Sekolah Penuai, kedapatan diparkir hingga memakan setengah badan jalan utama setiap kali jam masuk sekolah tiba.

Dari video yang diunggah akun @bekasibangetcom , laju arus lalu lintas dari dan menuju arah Jakarta, terpantau mengular dan tersendat. Rentetan kendaraan jenis bus, mobil pribadi, serta sepeda motor terpaksa mengurai kecepatan karena penyempitan lajur, akibat deretan mobil yang mandek di bahu jalan sisi sekolah.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya kehadiran personel sterilisasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi di titik krusial tersebut. Di area depan sekolah, pengelolaan lalu lintas, sepenuhnya hanya mengandalkan jasa juru parkir internal sekolah yang kewenangannya terbatas.

"Saya lihat tak ada petugas Dishub, hanya tukang parkir sekolah yang mengatur. Ini sangat rawan sekali, setiap jam masuk sekolah situasinya pasti selalu seperti ini," kata Sarwin, seorang warga setempat sekaligus pelaku usaha di sekitar area sekolah, Senin (13/7/2026).

Sarwin menilai, absennya pengawasan dari pemerintah daerah memicu sikap abai dari manajemen sekolah, maupun orang tua murid terhadap ketertiban umum. Padahal, Jalan Alternatif Cibubur merupakan jalur cepat dengan volume kendaraan yang sangat padat setiap pagi hari.

"Ini kan jalan umum, bukan milik pribadi. Kami meminta ada tindakan tegas berupa penertiban dari pemerintah setempat. Kalau terus dibiarkan tanpa sanksi, ini sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas," ujar Sarwin menegaskan.

Hingga laporan ini dipublikasikan, pihak manajemen Sekolah Penuai maupun Dinas Perhubungan Kota Bekasi, belum memberikan keterangan resmi ataupun langkah konkret, terkait rencana sterilisasi hambatan samping di titik kemacetan tersebut. (Pandu)

Share:
Komentar

Berita Terkini